Belajar apa ya?

Assalamualaikum, Wr.Wb

Bagaimana kabarnya? semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada kita semua baik fisik, akal, dan hati. Aamin. Solawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW semoga kita termasuk dari golongan umat beliau sehingga kita dapat berjumpa kelak di syurga-Nya. Aaamiin

Belajar apa ya? Sering sekali ketika anak sudah mulai dimasukan ke sekolah dasar atau SD akan muncul pertanyaan dari orang tuanya yaitu, tadi di sekolah belajar apa? belajar matematika? belajar bahasa Indonesia? belajar IPA?

Nah kalau ustad yang bertanya kira-kira apa to yang harus diajarkan pertama kali anak masuk di sekolah dasar? apakah belajar matematika, atau bahasa Indonesia, atau IPA, atau IPS, atau menulis atau apalah..apalah…heheheh

P_20150831_105939_BF

kira-kira belajar apa ya? kalau di SD Qu Hanifah seperti apa ya?

Sebelum ustad menjawab di SD Qu belajar apa, ada sebuah pertanyaan lagi yaitu kenapa ya di institusi pendidikan sering terjadi kecurangan? baik masalah nyontek ketika ulangan atau bahkan ditataran tingkat tinggi yaitu plagiatisme sehingga munculnya perilaku korupsi, padahal kami yakin bahwa semua orang tidak sepakat dengan perilaku korup.

Kenapa?Kenapa?oh..Kenapa?

Nah dari situ muncul sebuah jawaban, ternyata bukan masalah kita disekolah belajar apa tetapi bagaimana cara belajar? maksudnya bagaimanya ya? heheh…saya juga bingung?hihihi

Maksudnya begini pembaca yang budiman, kira-kira kalau kita mengajarkan anak untuk makan, apa kita mengajarkan dulu apa yang akan anak dimakan? Nak, ini adalah nasi dimana mengandung karbohidrat 20% dan ini sayur mengandung vitamin a,b,c yang sangat baik untuk kamu makan, sekarang makanlah yang banyak! hehehe apakah seperti itu? tentu tidak,yang PERTAMA kita ajarkan kepada anak adalah bagaimana caranya makan yang baik dan benar, bukan kah begitu? makanlah dengan tangan kanan, jangan lupa berdoa dan seterusnya. Hal ini sama dengan yang ada disekolah kami, kami tidak langsung mengajarkan matematika, IPa, IPS dan sebagainya tetapi yang kami didik pertama kali adalah “bagaimana cara belajar yang baik

Contoh masalah hal yang sepele, yaitu masalah bagaimana menggunakan bangku dan meja sekolah yang setiap hari dipakai sebagai sarana untuk belajar. hari-hari pertama masih banyak anak dengan posisi duduk yang beraneka ragam, ada yang menyangga kepala, ada yang badanya terlalu membungkuk, ada juga kepalanya selalu ditaruh di meja.heehhe, namanya juga anak-anak ustad? yup betul emang masih anak-anak tetapi kalau dibiarkan akan menjadi kebiasaan dan tentunya akan berefek buruk pada anak, bisa saja anak bisa jadi membungkuk, dan tentunya dengan posisi tersebut anak akan lebih sulit menerima pelajaran. Dan itu perlu diajarkan tidak secara otomatis anak bisa menempatkan diri untuk duduk di bangku sekolah itupun baru berhasil setelah kurang lebih tiga minggu.

Masalah yang kedua pilih mana kelas yang ramai atau tenang/sepi/hening seperti di kuburan? heheh

kalau ustad sendiri suka kelas yang ramai dan juga kelas yang tenang. Maksudnya apa ustad? heheh, artinya tergantung kondisi dan situasi ketika ustad lagi berbicara atau sedang memberikan materi anak-anak diam dan jadi pendengar yang baik, tetapi ketika ustad melempar pertanyaan, atau diskusi disitu anak-anak juga terlibat aktif sehingga kelas jadi ramai, masak diskusi suasana hening?heheh. Nah ini perlu juga diajarkan kepada anak-anak, sekali lagi ini bukan belajar matematika atau IPa atau PKn tetapi anak-anak perlu memahami bagaimana cara belajar. Bayangkan ketika anda mengajar tetapi kelas ramai, tetapi giliran anda memberikan pertanyaan atau diskusi kelas jadi sepi/hening…pernah mengalami seperti itu? pernah, sama ustad juga hehehe

Nyambung lagi ke permasalahan anak menyontek, kenapa anak berani menyontek? karena anak-anak tidak mengerti belajar itu apa, sekali lagi pentingnya bagaimana mendidik anak bagaimana cara belajar itu sendiri. Belajar itu agar yang tadinya tidak tahu tentang suatu hal menjadi tahu, yang tadinya tidak bisa suatu hal menjadi bisa, nah pemahaman itu tidak langsung akan muncul tetapi sekali lagi anak-anak perlu dididik bagaimana cara belajar.
Terus kapan dong ustad belajar matematikanya, IPa, dan sebagainya? ketika anak sudah tau dan bisa bagaimana cara belajar atau budaya belajar yang baik dan benar saat itulah kita dapat mentransfer ilmu-ilmu yang akan diajarkan dengan baik. Insya Allah…

sekian tulisan kali ini ustad mohon maaf banyak kata salah atau mungkin ada yang kurang berkenan dihati pembaca yang budiman.

Mari bersama membangun peradaban menuju ridho Ilahi.

Wassalamualaikum. Wr.WB