Tag Archives: SD Qur’an Hanifah

Info outing kelas IV dan V tahun 2019

Assalamualaikum.Wr.Wb

Berikut kami sampaikan informasi berkaitan outing kelas IV dan V yang bertema sains dan hunting tourist

Lokasi outing insyaAllah di tempat wisata maerokoco

Hari/Tanggal  : Sabtu/23 November 2019

Waktu : 07.00 – 13.00 WIB (ananda dijemput pukul 13.00 di SD Qu Hanifah)

Pakaian : Baju Olah Raga

Yang perlu di bawa ananda :

  1. Baju ganti ananda
  2. Kresek besar
  3. Minumaan ananda
  4. Roti / jajan pribadi
  5. Obat pribadi (jika diperlukan)

Demikian informasi kami sampaikan, jika ada pertanyaan bisa hubungi kepala sekolah langsung. Terimakasih.

Wassalamualaikum.Wr.Wb

Reportase Acara Khataman, bedah buku dan buka bersama

Alhamdulillah, dua hari sabtu dan ahad tanggal 18-19 mei ini terselenggara acara khataman, bedah buku dan buka bersama di SD Qu Hanifah berjalan dengan lancar. Acara dimulai tepat pukul 16.00 WIB dengan simaan qur’an dari Ustadz Muhsin dan Ustadz Azazin, dilanjut dengan doa khotmil Qur’an. Selanjutnya kepala SD Qu Hanifah Hudi Hermawan menyampaikan harapan semoga anak-anak SD Qu semua jadi ahli Qur’an, tidak hanya untuk simaan saja melainkan kedepan anak-anak dibidangnya masing-masing selalu menjadikan Al-qur’an sebagai rujukan utama misal sebagai ahli kesehatan refrensi dari Qur’an, ahli ekonomi refrensinya dari Qur’an dan sebagainya.
Read more

Nasihat Kasar

Nasihat yang kasar

Oleh : Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan

Ada satu orang berkata kepada khalifah Harun Ar-Rasyid.

“Wahai Sultan, saya mau memberikan nasihat kepada Sultan. Tetapi terima, maaf-maaf nasihat saya kasar.”

Jawab sang Khalifah

“Kalau nasihatmu kasar, lebih baik kamu diam”

Loh kenapa saya harus diam, kenapa Sultan tidak mau menerima? protes orang tersebut

Harun Ar Rasyid berkata:

“Terus terang Allah mengutus orang yang lebih baik dari engkau..kepada seseorang pemimpin yang lebih jahat dari saya”

Allah berpesan :

maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

(QS: Thaahaa Ayat: 44)

 

Allah mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun yang lebih baik dari engkau.

Mengutus kepada Fir’aun yang lebih jahat dari saya karena mengaku Tuhan.

Terus Allah berpesan :” UCAPKAN KATA-KATA YANG LEMBUT”

Lalu apa dosa saya ? kamu mau berkata kasar kepada saya? “Tanya Harun Ar-Rasyid”

Dari kisah tersebut bisa kita ambil pelajaran , kepada orang yang paling jahat sekalipun kita harus tetap lembut dalam memberikan nasihat, apalagi kepada ANAK-ANAK KITA?

Semoga bermanfaat, Wallahu’alam.

Boleh ajak teman-teman gabung digrup, semoga bisa menjadi amal kebaikan bersama.

 

Sepatu Basah

Pada suatu hari, selepas sholat dhuhur berjama’ah anak-anak diberi kisah tentang ketawadhu’an dua putra sang khalifah Harun Ar Rasyid yang berebut sandal sang guru. Setelah selesai diberikan kisah tersebut anak-anak kembali ke kelas masing-masing untuk melaksanakan rutinitas akhir KBM. Tepat pukul 13.00 wib semua anak keluar kelas untuk pulang kerumah masing-masing. Seperti biasa sambil menunggu dijemput oleh orang tuanya anak-anak pada bermain,berlarian, maem jajan dan lain sebagainya.

ketika semua sudah dijemput, pukul 13.30 ustadz/zah boleh pulang, kecuali yang piket daycare jam operasional sampai 16.30. Kebetulan waktu itu saya tidak ada piket daycare, dan hendak pulang. Setelah mengisi presensi pulang, sepatu siap mau dipakai. Ketika sepatu dipakai, keanehan mulai terasa yaitu sepatu terlihat kempling mengkilat tetapi ketika dipakai rasanya seperti basah. Dan benar ternyata sepatu nya memang dalam keadaan basah semua, setelah diperiksa ternyata di dalamnya terdapat tulisan nama-nama anak yang telah menyuci sepatu.
Read more

Hati

Tanpa kita sadari apa penyebab utama yang menjadikan hati kita dan anak kita menjadi keras. Namun tanda-tanda mengerasnya hati kita sudah dapat dilihat,apakah kita mudah marah,apakah kita sulit menerima kritikan orang lain,apkah kita egosentris tinggi,kita sendiri yang paham. Read more

Evolusi

Sudah setengah jam berlalu,tangis Tina tak juga kunjung berhenti,tangisannya makin kencang saja sebab ia kecewa ditinggal Papanya pergi bekerja. Berbagai macam rayuan telah ibunya coba agar segera menghentikan tangisannya,namun apalah daya tangisannya tak kunjung reda. Tina tetap pada pendiriannya tetap saja menangis,meski sudah dibujuk dengan,makanan kesukaannya,digendong diajak main tetap saja menangis. Hingga akhirnya sang ibu mengeluarkan jurus pamungkas yaitu menjanjikan Tina dengan sebuah boneka baru . Akhirnya ia segera menghentikan tangisannya. Read more

1 2