Hanya Allah yang dapat menolong!

Hanya Allah yang dapat menolong!

Assalamualaikum.wr.wb

Apakabar mamah dan papa? Semoga senantiasa dalam perlindungan Allah SWT, karena tidak ada kekuatan apapun didunia maupun di langit kecuali hanya Allah SWT. Sholawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Nabi penutup akhir zaman baginda Muhammad SAW.

Dunia semakin bergejolak, dunia dirasa semakin tidak nyaman dan menakutkan. Perdamaian dunia yang digadang-gadang justru semakin jauh dari yang diharapkan, seperti perang yang tak kunjung selesai di Timur Tengah. Bom berjatuhan didepan mata anak-anak menjadi pemandangan yang biasa, dan dunia melihatnya juga biasa-biasa saja. Berbeda ketika “Mercon” meledak di belahan bumi sebelah barat dunia melihatnya seperti kejatuhan bom atom. Ada apa ini? Bukankah manusia di Timur Tengah sama dengan manusia yang ada di Barat?

Terus kepada siapa kita berharap perdamaian?

Sungguh nyata kerusakan dimuka bumi yang kita lihat saat ini, dan yang paling parah adalah kerusakan cara berfikir dan ini memang sengaja dirusak sehingga sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Solusinya hanya ada satu, mari kita semuanya satukan doa berharap semoga Allah menolong saudara-saudara kita yang saat ini merasakan gempurang bom-bom dari musuh Allah. Mari kita siapkan generasi-generasi sehebat dan semulia sahabat-sahabat Rosululloh sehingga kita berharap kepada Allah kelak yang memimpin dunia ini adalah orang-orang yang adil, yang akan menghadirkan dunia ini kembali penuh kedamaian dan kesejahteraan. Aaamiiin.

 

Memadukan kembali yang telah diceraikan oleh sekulerisme

Assalamualaikum.Wr.Wb

Apakabar hari ini?

Apakabar pendidikan Indonesia hari ini?

Semoga Allah  memberikan kita petunjuk, menuntun, dan menfasilitasi kita untuk senantiasa berjuang untuk kebaikan dunia pendidikan di negara tercinta kita ini.

Sengaja di hari sepesial ini, hari pendidikan nasional kami mencoba menulis sebuah artikel yang bertema “Memadukan kembali yang telah diceraikan oleh sekulerisme”. Kenapa tema ini kami munculkan? karena permasalahan yang muncul diberbagai sektor kehidupan di negri ini yaitu pola pikir yang salah, sehingga mengakibatkan perilaku sebagai output yang dipikirkan juga salah. Contoh pernah dengar orang bilang seperti ini “sudah tidak usah bawa nama-nama agama segala, yang penting LPJ bisa jadi” atau pernah menjumpai oarang yang rajin wiridan tetapi dimasyakat tidak pernah bersosialisasi?.

dua contoh diatas bisa manggambarkan terjadinya suatu pemisah yang menimbulkan masalah, seakan bahwa agama itu tempatnya hanya di masjid saja, kalau sudah keluar ya jangan bawa agama lagi. Maka ketika kita lihat kasus-kasus besar seperti korupsi, nepotisme, terorisme, dan lain sebagainya karena bermula dari pola pikir tersebut.

kenapa pola pikir tersebut bisa muncul? kalau diruntut dari sejarah sangat panjang, kita langsung saja bahwa pola pikir tersebut sering disebut sebagai sekulerisme. secara gampangnya sekulerisme memisahkan antara hubungan manusia dengan Tuhan (agama) dan hubungan manusia dengan yang lain. Jadi agama dianggap sebatas hubungan manusia dengan Tuhan saja.

Padahal dalam Islam, agama itu melingkupi semua yang ada dimuka bumi ini bahkan diluar bumi sekalipun, mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar semuanya ada didalam agama. Bahkan agama merupakan pendidikan terbaik agar kehidupan manusia juga mendapatkan tempat yang terbaik.

Pertanyaanya dimana kehidupan manusia tanpa ada aturan agama?

bahkan dalam agama Islam, pergi ke toilet untuk buang air kecilpun ada aturanya, tidak sebatas aturan saja tetapi dibalik aturan tersebut ada tujuan dan manfaat untuk kemuliyaan orang yang mengikutinya. bayangkan kalau seandainya semauanya sendiri, buang air kecil disembarang tempat misal ditempat umum tanpa ada penutup? apa yang terjadi? bisa-bisa orang tersebut akan menjadi rendah dihadapan orang lain.

Begitulah agama menjadi pembelajaran yang terbaik bagi orang-orang yang mau mengikutinya, smoga dihari pendidikan nasional ini kita untuk senantiasa taat pada pendidikan agama kita karena memang didalamnya terdapat pembelajaran yang nyata untuk manusia.