Salah Satu Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad Saw, Perjalanan Isra’ (Part 2)

Sebelumnya, Buraq membawa Rasulullah Saw ke Yatsrib atau Madinah, tempat Rasulullah Saw akan berhijrah. Lalu, Buraq membawa Rasulullah Saw ke puncak Gunung Sinai, tempat Nabi Musa As menerima wahyu dari Allah Swt.

Mereka juga pergi ke Betlehem, tempat kelahiran Nabi Isa As. Setelah itu malaikat Jibril membawa Rasulullah Saw ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha.

Sebelum naik ke langit, Rasulullah Saw dijamu dengan diberi dua gelas minuman, satu gelasa berisi khamar dan gelas lainnya berisi susu. Rasulullah Saw memilih susu.

“Pilihanmu menunjukan fitrah yang kamu dan kaummu pilih ,” kata Malaikat Jibril.

Perjalanan Rasullullah Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha diungkapkan dalam firman Allah Swt, “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambanya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (Q.S.Al’Isra’,17:1)

Isra’ merupakan perjalanan penuh mukjizat karena Rasulullah Saw menempuhnya hanya dalam waktu sekejap. Padahal, jarak antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha sangat jauh. Sungguh, tidak bisa dibayangkan. Apalagi, pada saat yang sama, Radulullah Saw melakukan Mi’raj. Mi’raj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.

Bagaimana peristiwa Mi’raj Rasulullah Saw?

Bersambung ke part 3 πŸ˜ŠπŸ™

Sumber: Buku Ensiklopedia Kisah Insan Teladan

Penerbit Syaamil.

Salah Satu Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad Saw, Perjalanan Isra’ (Part 1)

Malam menyelimuti kota Mekah. Suasana begitu senyap. Angin dingin terasa menusuk tulang. Sebagian penduduk kota memilih untuk terlelap. Pada saat itulah, Rasulullah Saw kedatangan tamu agung.

Malam itu, Rasulullah Saw sedang berbaring di sisi Baitullah dalam keadaan antara tidur dan sadar. Beliau amat terkejut oleh kedatangan malaikat Jibril. Wajah malaikat Jibril putih, bersih, bercahaya.

“Engkau akan diperjalankan menuju langit oleh Allah dari Masjid Aqsha,” ujar Malaikat Jibril.

Malaikat Jibril segera membedah perut Rosulullah Saw, seperti seorang dokter ahli bedah. Malaikat Jibril mengeluarkan hati Rasulullah Saw. Lalu, hati itu dicuci dengan air Zamzam yang berda dalam tempat dari emas. Hati Rasulullah Saw kemudian dipenuhi dengan iman dan hikmah.

Setelah hati Rasulullah Saw bersih, Malaikat Jibril menuntun seekor binatang yang belum pernah dilihat Rasulullah Saw sebelumnya. Binatang itu warnanya putih bersinar. Ia lebih kecil dari pada baghal (binatang peranakan antara kuda dan keledai) dan lebih besar dari pada keledai.

Itulah binatang yang disebut Buraq. Binatang itu berasal dari surga. Ia dinamai Buraq karena mampu terbang secepat kilat (barq).

Malaikat Jibril segera mempersiapkan Rasulullah Saw untuk menaiki Buraq. Mereka siap melakukan perjalanan menuju masjidil Aqsha. Perjalanan itu disebut Isra’. Dalam sekejap mata, mereka terbang melintasi kota Mekah.

Bersambung ke Part 2. πŸ˜ŠπŸ™