Mengenal Kartini

Raden Adjeng Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu  Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia . Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi Nusantara. Ia adalah seorang aktivis Indonesia terkemuka yang mengadvokasi hak-hak perempuan dan pendidikan perempuan.

Lahir : 21 April 1879Jepara, Hindia Belanda (sekarang Indonesia)

Meninggal :17 September 1904 (umur 25)Rembang, Hindia Belanda (sekarang Indonesia)

Nama lain : Raden Ayu Kartini

Dikenal atas : Emansipasi wanita

Suami/istri : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat

Anak : Soesalit Djojoadhiningrat

Setelah bersekolah di sekolah dasar berbahasa Belanda, ia ingin melanjutkan pendidikan lebih lanjut, tetapi perempuan Jawa saat itu dilarang mengenyam pendidikan tinggi. Ia bertemu dengan berbagai pejabat dan orang berpengaruh, termasuk J.H. Abendanon, yang bertugas melaksanakan Kebijakan Etis Belanda.

Setelah kematiannya, saudara perempuannya melanjutkan pembelaannya untuk mendidik anak perempuan dan perempuan. Surat-surat Kartini diterbitkan di sebuah majalah Belanda dan akhirnya, pada tahun 1911, menjadi karya: Habis Gelap Terbitlah TerangKehidupan Perempuan di Desa, dan Surat-Surat Putri Jawa. Ulang tahunnya sekarang dirayakan di Indonesia sebagai Hari Kartini untuk menghormatinya, serta beberapa sekolah dinamai menurut namanya dan sebuah yayasan didirikan atas namanya untuk membiayai pendidikan anak perempuan di Indonesia.

Undangan Buka Bersama SD Qur’an Hanifah

PERUBAHAN JADWAL PARENTING DAN BUKA BERSAMA KELAS 1, 2, 3

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mama Papa yang kami hormati

Kami informasikan bahwa agenda parenting dan buka bersama yang awalnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Ahad, 17 April 2022, diundur menjadi tanggal 23 April 2022.

Terima kasih 🙏🏻

PERUBAHAN JADWAL PARENTING DAN BUKA BERSAMA KELAS 4, 5, 6

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mama Papa yang kami hormati

Kami informasikan bahwa agenda parenting dan buka bersama yang awalnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Ahad, 17 April 2022, diundur menjadi tanggal 24 April 2022.

Terima kasih 🙏🏻

Mengisi Ramadhan dengan Sima’an Al-Qur’an di SD Qur’an Hanifah



Selama bulan suci Ramadhan, SD Qur’an Hanifah mengadakan agenda sima’an Al-Qur’an yang diikuti oleh putra dan putri kelas 4, 5 dan 6. Agenda tersebut merupakan agenda rutin selama bulan Ramadhan.

Selama Ramadhan kami menargetkan khatam 30 juz sebelum liburan sekolah. Dalam agenda tersebut para siswa dibimbing para asatid dan ustazah, para siswa berlatih membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Kegiatan Ramadhan di SD Qur’an Hanifah menunjang para siswa untuk dapat mengisi waktu dengan lebih baik dan manfaat.

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Bulan Ramadan adalah bulan penuh kemuliaan. Pada bulan tersebut, umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, sebagaimana firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqarah: 183)

Dijelaskan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Thalhah bin Ubaidillah RA, bahwa seorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, “Ya Rasulullah, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?” Beliau menjawab, “Puasa Ramadan”. “Apakah ada lagi selain itu?”. Beliau menjawab, “Tidak, kecuali puasa sunnah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Keutamaan Bulan Ramadan

Selain kewajiban untuk berpuasa, ada berbagai keutamaan bulan Ramadan lain yang patut diketahui umat Islam. Dikutip dari buku Al-Baqiyatus Shalihat oleh Syaikh Rabi’ Abdurrauf Az-Zawawi yang diterjemahkan oleh H. Masturi Irham, Lc dan H. Malik Supar, Lc, berikut keutamaannya:

1. Ramadan adalah bulan Al Quran.

Merujuk pada keutamaan ini, umat Islam dapat memperbanyak membaca Al Quran selama berada pada bulan suci ini.

2. Ramadan adalah bulan kesabaran.

Umat Islam diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga segala hawa nafsu lainnya. Termasuk di dalamnya amarah.

3. Ramadan adalah bulan di mana pintu-pintu neraka ditutup sedangkan pintu-pintu surga dibuka dan setan dibelenggu.

Keutamaan bulan Ramadan ini disebutkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA:

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

Artinya: “Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu,” (HR Bukhari dan Muslim).

4. Pada bulan suci Ramadan terdapat malam Lailatul Qadar.

Disebutkan dalam surat Al Qadr, malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para mlaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5).

Diterangkan dalam Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Nabi SAW berdabda, Khat “Siapa saja yang mendirikan salat pada Lailatul Qadar karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq Alaih). Hadits ini berasal dari Abu Hurairah RA.

5. Pada bulan Ramadan terdapat doa yang mustajab.

Syaikh Rabi’ Abdurrauf Az-Zawawi mengatakan, keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah terdapat doa yang mustajab di dalamnya. Kita dapat memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT salah satunya dengan berdoa.

6. Ramadan adalah bulan jihad dan perjuangan.

Sejarah mencatat perang besar umat Islam terjadi pada bulan Ramadan, tepatnya tahun kedua setelah hijrah. Perang tersebut adalah Perang Badar. Dr. Raghib As-Shirjani dalam bukunya Ramadhan wa Bina’ al-Ummah menyebut bahwa kunci kemenangan perang tersebut adalah bulan Ramadan.

7. Ramadan adalah bulan doa.

Disebutkan dalam buku ini, bulan Ramadan merupakan waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Karena itu, seorang muslim dapat memperbanyak doa untuk kebaikan dirinya maupun saudara-saudaranya.

8. Ramadan adalah bulan zakat, sedekah, dan infak.

Umat Islam diwajibkan untuk memenuhi salah satu rukun Islam, yaitu zakat pada bulan Ramadan. Selain zakat, kita juga bisa memperbanyak sedekah dan infak selama bulan ini.

9. Ramadan adalah bulan umrah.

Syaikh Rabi’ Abdurrauf Az-Zawawi menyebut pahala umrah pada bulan Ramadan setara dengan haji bersama Rasulullah

Sumber: detik.com

Penerapan Karakter dan Sikap Seorang Pengusaha di SD Qur’an Hanifah

Sd Qu Hanifah adalah satu-satunya SD yang berbasis Qur’ani & Entrepreneurship. SD ini memfokuskan pembelajaran pada nilai-nilai Entrepreneurship sejak dini.

Kita akan membahas tentang sikap dan karakter seorang pengusaha. Pentingkah anak-anak di berikan pengetahuan tentang Entrepreneurship ?

Jawabannya perlu, tentunya sesuai dengan usianya.  Kita telah membahas 5 sikap dan karaker seorang pengusaha pada postingan sebelumnya, nah berikut 7 sikap dan karakter lainnya diantaranya:

6. Honesty

Adalah komitmen untuk berpegang pada kebenaran, tidak dusta, dan bersikap adil setiap berhubungan dengan orang lain.

7. Organizing

Adalah kemampuan untuk mengorganisasikan atau mengatur segala sesuatu agar mencapai tujuan.

8. Perseverance

Adalah kegigihan untuk bertahan mencapai tujuan apa pun kendalanya.

9. Persuasiveness

Adalah kemampuan untuk membuat orang lain tertarik dan meyakinkan orang lain atas idenya.

10. Risk taking

Adalah dorongan untuk berani menghadapi dan mengambil risiko.

11. Understanding

Adalah kemampuan untuk mendengarkan dan berempati kepada orang lain.

12. Vision

Kemampuan untuk melihat hasil akhir dari tujuannya sambil bekerja untuk mencapainya.

Dalam kurikulum sekolah sikap dan karakter diatas diterapkan dan disesuaikan dengan usia dan materinya.

Diharapkan sedari dini terlatih dan terbiasa dengan 12 karakter dan sikap seorang pengusaha dan saat dewasa nanti karakter dan sikap ini dapat bermanfaat bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan selanjutnya.

Belajar Puasa Sejak Dini di SD Qur’an Hanifah

Bagi anak SD Qur’an Hanifah , belajar puasa kami terapkan saat kegiatan pembelajaran disekolah. Misalnya dengan membuat aturan untuk niat puasa 2 jam, 3 jam dan bertahap sampai dhuhur. Belajar puasa kami terapkan pada semua siswa yang secara fisik dan usia siswa SD sudah mulai dapat dilatih.

Saat belajar berpuasa para guru menjelaskan apa manfaat puasa, bagaimana caranya, apa saja yang membatalkan puasa, apa yang sebaiknya dilakukan saat puasa dan masih banyak lagi ilmu tentang puasa. Belajar berpuasa sambil mempraktekan atau istilahnya Learning by doing kami nilai sangat efektif bagi para siswa.

Manfaat puasa bagi anak tidak hanya dalam rangka beribadah, juga menyehatkan. Bahkan, tidak hanya baik untuk kesehatan, berpuasa dapat mengajarkan pada anak berbagai kebaikan dalam hidup yang baik untuk perkembangan sikapnya.

Puasa yang dilakukan selama satu bulan bagi anak-anak yang baru menjalankannya tentu cukup berat. Mengajarkan si kecil sejak dini dapat membuatnya cepat terbiasa berpuasa. Dengan begitu, ia bisa mendapatkan berbagai manfaat puasa yang sangat baik untuk perkembangannya.

Manfaat puasa bagi anak baik untuk diajarkan sejak dini. Tentunya kamu harus mengajarkan anak berpuasa secara bertahap sesuai kemampuan fisiknya. Awali saja dengan puasa yang hanya dilakukan sampai waktu Zuhur terlebih dahulu selama beberapa hari.

Kalau anak sudah merasa kuat, boleh mencoba berpuasa hingga waktu beduk Maghrib. Bisa juga dilatih untuk berpuasa hingga Zuhur, makan siang terlebih dahulu, lalu melanjutkan puasanya hingga Maghrib.

Dari 7 manfaat berpuasa bagi anak, kita bahas 2 manfaat terlebih dahulu, diantaranya:

1. Membuat Anak Lebih Dekat dengan Yang Maha Kuasa

Manfaat puasa bagi anak yang pertama tentunya adalah membuatnya lebih dekat dengan Sang Pencipta. Hal ini berkaitan dengan Bulan Ramadan yang penuh dengan berkah dan menawarkan pahala untuk berbagai ibadah atau kebaikan yang kamu lakukan.

Banyak orang menjadi lebih rajin salat ke masjid, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga melakukan amalan kebaikan lainnya di Bulan Ramadan ini. Kondisi ini tentunya merupakan waktu yang tepat untuk anak belajar kebaikan-kebaikan yang diajarkan oleh Agama Islam.

Selama Bulan Ramadan, ajak dan biasakan anak ke masjid atau musala untuk menunaikan ibadah wajib maupun sunah. Hal ini akan membuat anak merasa lebih dekat dengan Tuhannya dan terbiasa berada di masjid atau musala.

2. Menjaga Kesehatan Tubuh

Menurut British Nutrition Foundation, puasa memiliki efek yang sangat beragam pada tubuh. Manfaat puasa ini didaptkan selain karena pola makanan yang terjadwal, berbagai racun di dalam tubuh juga ikut terbuang. Hal ini dikarenakan anak tidak makan dan minum selama 12 jam.

Beberapa peneliti menemukan bahwa puasa dapat menurunkan berat badan. Selain itu, puasa juga bisa menurunkan kolesterol darah, trigliserida, dan mengurangi stres. Namun, orangtua harus tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi anak saat puasa. Pasalnya, anak-anak masih dalam usia pertumbuhan sehingga kebutuhan nutrisinya harus tercukupi.

5 Manfaat lainnya kita sambung besok ya…:)

Sumber:liputan6.com

Pembiasaan Sikap dan Karakter Seorang Pengusaha di SD QUR’AN HANIFAH

SD Qur’an Hanifah adalah satu-satunya SD yang berbasis Al-Qur’an & Entrepreneurship. SD Qu Hanifah memfokuskan pembelajaran pada nilai-nilai Entrepreneurship sejak dini.

Kita akan membahas tentang sikap dan karakter seorang pengusaha.

Pentingkah anak-anak di berikan pengetahuan tentang Entrepreneurship ?

Jawabannya perlu, tentunya sesuai dengan usianya. 

Mari kita bahas 5 sikap dan karaker seorang pengusaha, diantaranya:

1. Adaptability

Artinya kemampuan dalam menghadapi situasi baru dan menemukan solusi kreatif dari permasalahan-permasalahan yang ada.

2. Competitiveness

Maksudnya kesediaan untuk bersaing dan menguji diri sendiri terhadap yang lain.

3. Confidence

Yaitu sikap penuh keyakinan bahwa kami bisa lakukan apa yang telah kamu tetapkan secara konsisten.

4. Discipline

Adalah kemampuan untuk tetap fokus dan taat pada jadwal rencana serta deadline (batas waktu)

5. Passion

Maksudnya gairah untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan.

Nah, lima sikap diatas adalah sebagian dari sikap dan karakter yang akan dibangun sejak dini. Harapannya saat dewasa para siswa terbiasa dengan sikap dan karaker tersebut.

Lima sikap dan karakter diatas diterapkan sekolah pada pembelajaran setiap harinya, sehingga akan tertanam dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan siswa setiap harinya. 

Ramadhan yang Tak di Rindukan

Rabu, 16 Maret 2022, Pendopo Yayasan ILMI

Tema Diskusi Membangun Kesadaran dalam pagelaran Limolasan ke 99 kali ini adalah Ramadhan yang tak dirindukan…

Tema yang sedikit nyeleneh menurut saya dimana biasanya orang-orang mengaku merindukan Ramadhan, disini kami membahas tema yang sebaliknya.

Apakah benar pernyataan tersebut?

Jawabannya bisa jadi iya bisa jadi tidak…

Jangankan Ramadhan, bulan sebelum Ramadhan pun jarang sekali dirindukan. Misalnya saja pada bulan Rajab, bulan dimana banyak keutamaan dan amalan yang dilakukan pada bulan ini. Namun apakah kita sudah menjalankannya dengan benar-benar?

Sudah berapa kali kita menghatamkan Al-Qur’an di bulan Rajab?

Sudah berapa hari kita berpuasa di bulan Rajab?

Silakan dijawab masing-masing ya…

Saya yakin jawabannya berbeda-beda sesuai dengan kesiapan dan sikap masing-masing individu menghadapi bulan Rajab.

Bulan Ramadhan hakekatnya adalah bulan latihan dimana kita digojlok oleh Sang Kekasih Allah Swt untuk bisa berpuasa. Puasa dalam segala hal bukan hanya makan dan minum saja melainkan puasa akan apapun yang dapat membatalkannya.

Puasa yang maknanya menahan. Menahan dari makan, minum, hawa nafsu serta perbuatan yang berlebihan yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Selama puasa hal yang tadinya halal dapat menjadi haram, misalnya saja makan dan minum. Selama 30 hari di bulan Ramadhan kita di uji ketaatannya, keikhlasannya, kesabarannya, kekuatan fisik dan mentalnya.

11 bulan setelah Ramadhan adalah waktu yang sebenar-benarnya yang harus kita jalani karena 11 bulan setelah Ramadhan adalah waktu  untuk menerapkan hasil dari 30 hari gojlokan selama di bulan Ramadhan.

Semoga Ramadhanku, Ramadhanmu, dan Ramadhan kita semua tahun ini dapat menjadikan kita semua menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia sesuai dengan fitrah yang Allah ciptakan sebelum kita dilahirkan ke muka bumi ini. Aamiin Ya Allah…

9 Keutamaan di Bulan Sya’ban

 9 Keutamaan Bulan Sya’ban diantaranya:

1. Rasulullah SAW Banyak Mengerjakan Puasa Sunah

Keutamaan bulan Syaban adalah bagi Rasulullah Muhammad SAW, ini bulan paling banyak bagi beliau mengerjakan puasa sunah (kecuali pada bulan Ramadan).

Rasulullah SAW melaksanakan puasa sunah hampir selama satu bulan penuh pada bulan Syaban. Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah.

Aisyah RA menceritakan kepadanya:

“Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan shaum (puasa) lebih banyak dalam sebulan selain Syaban. Beliau [hampir] melaksanakan shaum pada Sya’ban seluruhnya,” (H.R. Bukhari No. 1834)

Nabi Muhammad SAW memunaikan keutamaan bulan Syaban ini dengan memberikan jarak atau batas satu atau dua hari, tepat sebelum menunaikan ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan. Batasannya sampai tanggal 27 atau 28 Syaban.

Hal ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Nabi SAW bersabda:

“Janganlah kalian mendahului puasa Ramadhan satu hari atau dua hari, kecuali puasa yang biasa dilakukan oleh seseorang [qada puasa Ramadan], maka silahkan ia melakukan puasa tersebut,” (HR. Abu Daud No. 1988).

2. Amalan di Bawa Naik kepada Allah SWT

keutamaan bulan Syaban adalah segala amalan baik dan buruk di bawa naik kepada Allah SWT. Bulan Syaban berada di antara bulan Rajab dan Ramadan, inilah mengapa Rasulullah SWT banyak mengamalkan ibadah puasa sunah di bulan Syaban.

Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.

Rasulullah SAW bersabda:

“Itulah bulan yang manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara Rajab dan Ramadan, yaitu bulan yang berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rab semesta alam. Aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa,” (HR. Nasa’i No: 2317).

3. Perintah Selawat kepada Nabi Muhammad SAW

Keutamaan bulan Syaban adalah memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT menurunkan ayat perintah berselawat dalam Surat al-Ahzab ayat 56 pada bulan Syaban.

“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab ayat 56)

Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam Kitab berjudul al-Gunyah, Jilid 3 Halaman 342 oleh Syeikh Abdul Qadir al-Jailani diungkap bulan Syaban adalah bulan berselawat kepada Nabi pilihan.

4. Persiapan Sebelum Bulan Ramadan

Keutamaan bulan Syaban adalah ini momen persiapan sebelum bulan Ramadan tiba. Ramadan merupakan bulan bagi umat Islam memanen amalan baik seperti membaca Al-Qur’an, berpuasa, salat tahajud, dan amalan yang dianjurkan lainnya.

Bulan Syaban adalah bulan yang tepat untuk membiasakan diri menunaikan amalan-amalan saleh. Kementerian Agama RI menegaskan keutamaan bulan Syaban ini dari pernyataan Abu Bakar Al-Balkhi.

“Rajab adalah bulan menanam. Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan Ramadan adalah bulan memanen hasil tanaman tersebut.”

5. Bulan yang Dilupakan Orang

Keutamaan bulan Syaban adalah menjadi hal yang wajib menjadi pertimbangan karena ini bulan yang banyak dilupakan orang. Hal ini dikisahkan oleh Abu Daud dan Nasai.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bulan Sya’ban adalah bulan yang (kemuliaannya) di lupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan,” (HR. Abu Dawud dan An-Nasai).

6. Bulan Terakhir Qada Puasa Ramadan

Keutamaan bulan Syaban adalah bagian dari bulan terakhir meng-qada puasa Ramadan tahun lalu. Qada puasa atau mengganti atau membayar puasa Ramadan hukumnya wajib bagi umat Islam yang tidak memiliki uzur syar’i sebelum memasuki bulan Ramadan berikutnya, jangan dilewatkan.

Aisyah RA melakukan qada puasa pada bulan Syaban. Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah bin Abdurrahman.

Aisyah RA berkata:

“Sesungguhnya aku berkewajiban melakukan puasa Ramadan dan aku tidak mampu melakukannya hingga datang Syaban,” (HR. Abu Daud No. 2047).

Seorang muslim yang tidak membayar hutang puasanya hingga datang Ramadan berikutnya tanpa uzur syar’i, maka akan mendapatkan dosa besar.

Dalam kitab Al-Majmu Syarah Al Muhadzdzab oleh Imam Nawawi diungkap:

“Jika ia (seorang muslim) mengakhirkan puasa qada sampai datang Ramadan berikutnya tanpa uzur, ia telah berdosa, dan ia harus berpuasa Ramadan yang datang.”

Apabila seorang muslim tidak memiliki kesempatan untuk qada puasa Ramadan tahun lalu karena halangan seperti sakit berkepanjangan dan lainnya, maka diperbolehkan membayar di tahun berikutnya dan tidak membayar fidyah.

7. Dikabulkan Segala Permohonan

Keutamaan bulan Syaban adalah ada pada malam Nisfu Syaban. Di mana Allah SWT akan memudahkan semua urusan umatnya bila mereka memperbanyak doa. Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

“Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam,

lalu Allah berfirman, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, dst…?’

(Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman, 3/378)

Dalam sebuah hadis daif yang diriwayatkan al-Dailami, Imam ‘Asakir, dan al-Baihaqy, Rasulullah SAW bersabda:

“Ada lima malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha.”

8. Pengampunan Dosa

Keutamaan bulan Syaban adalah malam penuh dengan ampunan dosa. Malam nifsu syaban dianggap sebagai malam pengampunan, pembebasan, dan penuh berkah.

Pada malam Nisfu Syaban, umat muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunah, untuk mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah:

“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan,” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Hadis lainnya diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, Nabi SAW bersabda:

“Allah ‘Azza wa Jalla mendatangi makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang, yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh jiwa.”

Dalam hadist riwayat lain, Aisyah r.a menjelaskan bahwa Allah memberi kesempatan bagi umat muslim untuk mendapatkan pengampunan seperti seperti banyaknya bulu kambing.

“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing),” (HR. At-Tabarani dan Ahmad).

9. Pahala yang Berlimpah

Keutamaan bulan Syaban adalah Allah SWT berjanji akan memberikan pahala yang berlimpah. Allah SWT menjanjikan ampunan yang seluas-luasnya dan pahala yang sebanyak-banyaknya bagi umat muslim yang mengerjakan amalan baik.

Adanya Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadist riwayat Aisyah r.a. Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata:

“Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak.

Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, “Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?”

Aku menjawab, “Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?”

Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda: “Ini adalah malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya’ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka,” (HR Al-Baihaqi).

Sumber: liputan6.com

1 5 6 7 8 9 42