Penerapan Karakter dan Sikap Seorang Pengusaha di SD Qur’an Hanifah

Sd Qu Hanifah adalah satu-satunya SD yang berbasis Qur’ani & Entrepreneurship. SD ini memfokuskan pembelajaran pada nilai-nilai Entrepreneurship sejak dini.

Kita akan membahas tentang sikap dan karakter seorang pengusaha. Pentingkah anak-anak di berikan pengetahuan tentang Entrepreneurship ?

Jawabannya perlu, tentunya sesuai dengan usianya.  Kita telah membahas 5 sikap dan karaker seorang pengusaha pada postingan sebelumnya, nah berikut 7 sikap dan karakter lainnya diantaranya:

6. Honesty

Adalah komitmen untuk berpegang pada kebenaran, tidak dusta, dan bersikap adil setiap berhubungan dengan orang lain.

7. Organizing

Adalah kemampuan untuk mengorganisasikan atau mengatur segala sesuatu agar mencapai tujuan.

8. Perseverance

Adalah kegigihan untuk bertahan mencapai tujuan apa pun kendalanya.

9. Persuasiveness

Adalah kemampuan untuk membuat orang lain tertarik dan meyakinkan orang lain atas idenya.

10. Risk taking

Adalah dorongan untuk berani menghadapi dan mengambil risiko.

11. Understanding

Adalah kemampuan untuk mendengarkan dan berempati kepada orang lain.

12. Vision

Kemampuan untuk melihat hasil akhir dari tujuannya sambil bekerja untuk mencapainya.

Dalam kurikulum sekolah sikap dan karakter diatas diterapkan dan disesuaikan dengan usia dan materinya.

Diharapkan sedari dini terlatih dan terbiasa dengan 12 karakter dan sikap seorang pengusaha dan saat dewasa nanti karakter dan sikap ini dapat bermanfaat bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan selanjutnya.

Belajar Puasa Sejak Dini di SD Qur’an Hanifah

Bagi anak SD Qur’an Hanifah , belajar puasa kami terapkan saat kegiatan pembelajaran disekolah. Misalnya dengan membuat aturan untuk niat puasa 2 jam, 3 jam dan bertahap sampai dhuhur. Belajar puasa kami terapkan pada semua siswa yang secara fisik dan usia siswa SD sudah mulai dapat dilatih.

Saat belajar berpuasa para guru menjelaskan apa manfaat puasa, bagaimana caranya, apa saja yang membatalkan puasa, apa yang sebaiknya dilakukan saat puasa dan masih banyak lagi ilmu tentang puasa. Belajar berpuasa sambil mempraktekan atau istilahnya Learning by doing kami nilai sangat efektif bagi para siswa.

Manfaat puasa bagi anak tidak hanya dalam rangka beribadah, juga menyehatkan. Bahkan, tidak hanya baik untuk kesehatan, berpuasa dapat mengajarkan pada anak berbagai kebaikan dalam hidup yang baik untuk perkembangan sikapnya.

Puasa yang dilakukan selama satu bulan bagi anak-anak yang baru menjalankannya tentu cukup berat. Mengajarkan si kecil sejak dini dapat membuatnya cepat terbiasa berpuasa. Dengan begitu, ia bisa mendapatkan berbagai manfaat puasa yang sangat baik untuk perkembangannya.

Manfaat puasa bagi anak baik untuk diajarkan sejak dini. Tentunya kamu harus mengajarkan anak berpuasa secara bertahap sesuai kemampuan fisiknya. Awali saja dengan puasa yang hanya dilakukan sampai waktu Zuhur terlebih dahulu selama beberapa hari.

Kalau anak sudah merasa kuat, boleh mencoba berpuasa hingga waktu beduk Maghrib. Bisa juga dilatih untuk berpuasa hingga Zuhur, makan siang terlebih dahulu, lalu melanjutkan puasanya hingga Maghrib.

Dari 7 manfaat berpuasa bagi anak, kita bahas 2 manfaat terlebih dahulu, diantaranya:

1. Membuat Anak Lebih Dekat dengan Yang Maha Kuasa

Manfaat puasa bagi anak yang pertama tentunya adalah membuatnya lebih dekat dengan Sang Pencipta. Hal ini berkaitan dengan Bulan Ramadan yang penuh dengan berkah dan menawarkan pahala untuk berbagai ibadah atau kebaikan yang kamu lakukan.

Banyak orang menjadi lebih rajin salat ke masjid, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga melakukan amalan kebaikan lainnya di Bulan Ramadan ini. Kondisi ini tentunya merupakan waktu yang tepat untuk anak belajar kebaikan-kebaikan yang diajarkan oleh Agama Islam.

Selama Bulan Ramadan, ajak dan biasakan anak ke masjid atau musala untuk menunaikan ibadah wajib maupun sunah. Hal ini akan membuat anak merasa lebih dekat dengan Tuhannya dan terbiasa berada di masjid atau musala.

2. Menjaga Kesehatan Tubuh

Menurut British Nutrition Foundation, puasa memiliki efek yang sangat beragam pada tubuh. Manfaat puasa ini didaptkan selain karena pola makanan yang terjadwal, berbagai racun di dalam tubuh juga ikut terbuang. Hal ini dikarenakan anak tidak makan dan minum selama 12 jam.

Beberapa peneliti menemukan bahwa puasa dapat menurunkan berat badan. Selain itu, puasa juga bisa menurunkan kolesterol darah, trigliserida, dan mengurangi stres. Namun, orangtua harus tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi anak saat puasa. Pasalnya, anak-anak masih dalam usia pertumbuhan sehingga kebutuhan nutrisinya harus tercukupi.

5 Manfaat lainnya kita sambung besok ya…:)

Sumber:liputan6.com

Pembiasaan Sikap dan Karakter Seorang Pengusaha di SD QUR’AN HANIFAH

SD Qur’an Hanifah adalah satu-satunya SD yang berbasis Al-Qur’an & Entrepreneurship. SD Qu Hanifah memfokuskan pembelajaran pada nilai-nilai Entrepreneurship sejak dini.

Kita akan membahas tentang sikap dan karakter seorang pengusaha.

Pentingkah anak-anak di berikan pengetahuan tentang Entrepreneurship ?

Jawabannya perlu, tentunya sesuai dengan usianya. 

Mari kita bahas 5 sikap dan karaker seorang pengusaha, diantaranya:

1. Adaptability

Artinya kemampuan dalam menghadapi situasi baru dan menemukan solusi kreatif dari permasalahan-permasalahan yang ada.

2. Competitiveness

Maksudnya kesediaan untuk bersaing dan menguji diri sendiri terhadap yang lain.

3. Confidence

Yaitu sikap penuh keyakinan bahwa kami bisa lakukan apa yang telah kamu tetapkan secara konsisten.

4. Discipline

Adalah kemampuan untuk tetap fokus dan taat pada jadwal rencana serta deadline (batas waktu)

5. Passion

Maksudnya gairah untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan.

Nah, lima sikap diatas adalah sebagian dari sikap dan karakter yang akan dibangun sejak dini. Harapannya saat dewasa para siswa terbiasa dengan sikap dan karaker tersebut.

Lima sikap dan karakter diatas diterapkan sekolah pada pembelajaran setiap harinya, sehingga akan tertanam dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan siswa setiap harinya. 

Ramadhan yang Tak di Rindukan

Rabu, 16 Maret 2022, Pendopo Yayasan ILMI

Tema Diskusi Membangun Kesadaran dalam pagelaran Limolasan ke 99 kali ini adalah Ramadhan yang tak dirindukan…

Tema yang sedikit nyeleneh menurut saya dimana biasanya orang-orang mengaku merindukan Ramadhan, disini kami membahas tema yang sebaliknya.

Apakah benar pernyataan tersebut?

Jawabannya bisa jadi iya bisa jadi tidak…

Jangankan Ramadhan, bulan sebelum Ramadhan pun jarang sekali dirindukan. Misalnya saja pada bulan Rajab, bulan dimana banyak keutamaan dan amalan yang dilakukan pada bulan ini. Namun apakah kita sudah menjalankannya dengan benar-benar?

Sudah berapa kali kita menghatamkan Al-Qur’an di bulan Rajab?

Sudah berapa hari kita berpuasa di bulan Rajab?

Silakan dijawab masing-masing ya…

Saya yakin jawabannya berbeda-beda sesuai dengan kesiapan dan sikap masing-masing individu menghadapi bulan Rajab.

Bulan Ramadhan hakekatnya adalah bulan latihan dimana kita digojlok oleh Sang Kekasih Allah Swt untuk bisa berpuasa. Puasa dalam segala hal bukan hanya makan dan minum saja melainkan puasa akan apapun yang dapat membatalkannya.

Puasa yang maknanya menahan. Menahan dari makan, minum, hawa nafsu serta perbuatan yang berlebihan yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Selama puasa hal yang tadinya halal dapat menjadi haram, misalnya saja makan dan minum. Selama 30 hari di bulan Ramadhan kita di uji ketaatannya, keikhlasannya, kesabarannya, kekuatan fisik dan mentalnya.

11 bulan setelah Ramadhan adalah waktu yang sebenar-benarnya yang harus kita jalani karena 11 bulan setelah Ramadhan adalah waktu  untuk menerapkan hasil dari 30 hari gojlokan selama di bulan Ramadhan.

Semoga Ramadhanku, Ramadhanmu, dan Ramadhan kita semua tahun ini dapat menjadikan kita semua menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia sesuai dengan fitrah yang Allah ciptakan sebelum kita dilahirkan ke muka bumi ini. Aamiin Ya Allah…

9 Keutamaan di Bulan Sya’ban

 9 Keutamaan Bulan Sya’ban diantaranya:

1. Rasulullah SAW Banyak Mengerjakan Puasa Sunah

Keutamaan bulan Syaban adalah bagi Rasulullah Muhammad SAW, ini bulan paling banyak bagi beliau mengerjakan puasa sunah (kecuali pada bulan Ramadan).

Rasulullah SAW melaksanakan puasa sunah hampir selama satu bulan penuh pada bulan Syaban. Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah.

Aisyah RA menceritakan kepadanya:

“Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan shaum (puasa) lebih banyak dalam sebulan selain Syaban. Beliau [hampir] melaksanakan shaum pada Sya’ban seluruhnya,” (H.R. Bukhari No. 1834)

Nabi Muhammad SAW memunaikan keutamaan bulan Syaban ini dengan memberikan jarak atau batas satu atau dua hari, tepat sebelum menunaikan ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan. Batasannya sampai tanggal 27 atau 28 Syaban.

Hal ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Nabi SAW bersabda:

“Janganlah kalian mendahului puasa Ramadhan satu hari atau dua hari, kecuali puasa yang biasa dilakukan oleh seseorang [qada puasa Ramadan], maka silahkan ia melakukan puasa tersebut,” (HR. Abu Daud No. 1988).

2. Amalan di Bawa Naik kepada Allah SWT

keutamaan bulan Syaban adalah segala amalan baik dan buruk di bawa naik kepada Allah SWT. Bulan Syaban berada di antara bulan Rajab dan Ramadan, inilah mengapa Rasulullah SWT banyak mengamalkan ibadah puasa sunah di bulan Syaban.

Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.

Rasulullah SAW bersabda:

“Itulah bulan yang manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara Rajab dan Ramadan, yaitu bulan yang berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rab semesta alam. Aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa,” (HR. Nasa’i No: 2317).

3. Perintah Selawat kepada Nabi Muhammad SAW

Keutamaan bulan Syaban adalah memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT menurunkan ayat perintah berselawat dalam Surat al-Ahzab ayat 56 pada bulan Syaban.

“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab ayat 56)

Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam Kitab berjudul al-Gunyah, Jilid 3 Halaman 342 oleh Syeikh Abdul Qadir al-Jailani diungkap bulan Syaban adalah bulan berselawat kepada Nabi pilihan.

4. Persiapan Sebelum Bulan Ramadan

Keutamaan bulan Syaban adalah ini momen persiapan sebelum bulan Ramadan tiba. Ramadan merupakan bulan bagi umat Islam memanen amalan baik seperti membaca Al-Qur’an, berpuasa, salat tahajud, dan amalan yang dianjurkan lainnya.

Bulan Syaban adalah bulan yang tepat untuk membiasakan diri menunaikan amalan-amalan saleh. Kementerian Agama RI menegaskan keutamaan bulan Syaban ini dari pernyataan Abu Bakar Al-Balkhi.

“Rajab adalah bulan menanam. Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan Ramadan adalah bulan memanen hasil tanaman tersebut.”

5. Bulan yang Dilupakan Orang

Keutamaan bulan Syaban adalah menjadi hal yang wajib menjadi pertimbangan karena ini bulan yang banyak dilupakan orang. Hal ini dikisahkan oleh Abu Daud dan Nasai.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bulan Sya’ban adalah bulan yang (kemuliaannya) di lupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan,” (HR. Abu Dawud dan An-Nasai).

6. Bulan Terakhir Qada Puasa Ramadan

Keutamaan bulan Syaban adalah bagian dari bulan terakhir meng-qada puasa Ramadan tahun lalu. Qada puasa atau mengganti atau membayar puasa Ramadan hukumnya wajib bagi umat Islam yang tidak memiliki uzur syar’i sebelum memasuki bulan Ramadan berikutnya, jangan dilewatkan.

Aisyah RA melakukan qada puasa pada bulan Syaban. Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah bin Abdurrahman.

Aisyah RA berkata:

“Sesungguhnya aku berkewajiban melakukan puasa Ramadan dan aku tidak mampu melakukannya hingga datang Syaban,” (HR. Abu Daud No. 2047).

Seorang muslim yang tidak membayar hutang puasanya hingga datang Ramadan berikutnya tanpa uzur syar’i, maka akan mendapatkan dosa besar.

Dalam kitab Al-Majmu Syarah Al Muhadzdzab oleh Imam Nawawi diungkap:

“Jika ia (seorang muslim) mengakhirkan puasa qada sampai datang Ramadan berikutnya tanpa uzur, ia telah berdosa, dan ia harus berpuasa Ramadan yang datang.”

Apabila seorang muslim tidak memiliki kesempatan untuk qada puasa Ramadan tahun lalu karena halangan seperti sakit berkepanjangan dan lainnya, maka diperbolehkan membayar di tahun berikutnya dan tidak membayar fidyah.

7. Dikabulkan Segala Permohonan

Keutamaan bulan Syaban adalah ada pada malam Nisfu Syaban. Di mana Allah SWT akan memudahkan semua urusan umatnya bila mereka memperbanyak doa. Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

“Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam,

lalu Allah berfirman, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, dst…?’

(Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman, 3/378)

Dalam sebuah hadis daif yang diriwayatkan al-Dailami, Imam ‘Asakir, dan al-Baihaqy, Rasulullah SAW bersabda:

“Ada lima malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha.”

8. Pengampunan Dosa

Keutamaan bulan Syaban adalah malam penuh dengan ampunan dosa. Malam nifsu syaban dianggap sebagai malam pengampunan, pembebasan, dan penuh berkah.

Pada malam Nisfu Syaban, umat muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunah, untuk mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah:

“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan,” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Hadis lainnya diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, Nabi SAW bersabda:

“Allah ‘Azza wa Jalla mendatangi makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang, yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh jiwa.”

Dalam hadist riwayat lain, Aisyah r.a menjelaskan bahwa Allah memberi kesempatan bagi umat muslim untuk mendapatkan pengampunan seperti seperti banyaknya bulu kambing.

“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing),” (HR. At-Tabarani dan Ahmad).

9. Pahala yang Berlimpah

Keutamaan bulan Syaban adalah Allah SWT berjanji akan memberikan pahala yang berlimpah. Allah SWT menjanjikan ampunan yang seluas-luasnya dan pahala yang sebanyak-banyaknya bagi umat muslim yang mengerjakan amalan baik.

Adanya Keutamaan bulan Syaban ini dikisahkan dalam hadist riwayat Aisyah r.a. Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata:

“Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak.

Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, “Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?”

Aku menjawab, “Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?”

Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda: “Ini adalah malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya’ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka,” (HR Al-Baihaqi).

Sumber: liputan6.com

Perjalanan Mi’raj Nabi Muhammad Saw (Part terakhir)

Rosulullah menuju langit ketujuh. Disana beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s.

“Ini adalah bapakmu. Berilah salam kepadanya,” kata Malaikat Jibril.

Rasulullah Saw mengucapka salam. Nabi Ibrahim a.s membalasnya.

“Selamat datang anak yang sholeh dan nabi yang sholeh,” ucap nabi Ibrahim a.s.Kemudian setelah mengucapkan salam, Rasulullah Saw bersama Malaikat Jibril melanjutkan kembali meneruskan perjalanan. Tubuh Rasulullah terus membumbung tinggi hingga tiba di Baitul Makmur. Ada dua sungai yang mengalir di dalam dan dua sungai mengalir di luar.

“Ini apa wahai Jibril,” tanya Rasulullah Saw.

“Dua sungai yang mengalir di dalam berasal dari surga. Dua sungai yang mengalir di luar adalah Sungai Nil dan Sungai Eufrat,” jawab Malaikat Jibril.

Lalu Rasulullah Saw melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha seorang diri. Di sana beliau bertemu dengan Allah SWT. Rosulullah Saw diperintahkan untuk mendirikan sholat 50 kali dalam sehari.

Setelah mendapat perintah, Rasulullah Saw hendak turun ke Bumi. Ditengah perjalanan beliau bertemu dengan Nabi Musa a.s. Dan apa yang mereka bicarakan?

Disitulah terdapat perjalanan hikmah hingga kita sebagai umat Rasulullah Saw diperintahkan mendirikan sholat 5 kali dalam sehari.

Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya..

Hakekatnya manusia hidup untuk beribadah…

Perjalanan Mi’raj Nabi Muhammad SAW (Part 3)

Setelah perjalanan Isra’ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, Rasulullah Saw melanjutkan perjalanan Mi’rajnya. Rasulullah SAW melanjutkan Mi’rajnya menuju langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha. Dilangit pertama beliau bersama Malaikat Jibril ditanya,”Siapa?”

Aku Jibril,” jawab Jibril.

Siapa orang yang bersamamu?”

Muhammad.

Apakah dia sudah diutus?”

Iya.

Selamat datang. Sebaik-baik orang yang datang telah tiba. “

Rasulullah Saw kemudian menyalami Nabi Adam a.s. Lalu, Nabi Adam a.s. mendoakan segala kebaikan untuk Rosulullah Saw. Setelah itu, Rosulullah melanjutkan perjalanan ke langit kedua.

Dilangit kedua Rasulullah Saw bertemu dengan Nabi Isa a.s. dan Nabi Yahya a.s. Dilangit kelima Rasulullah bertemu dengan Nabi Yusuf a.s. Nabi Yusuf a.s, adalah sebagus-bagusnya manusia yang diciptakan Allah SWT. Wajahnya sangat tampan. Tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkan ketampanannya.

Dilangit keempat Rosulullah bertemu dengan Nabi Idris a.s. Dilangit kelima Rasulullah bertemu dengan Nabi Harus a.s. Dilangit keenam Rosulullah Saw bertemu dengan Nabi Musa a.s. Nabi Musa a.s. menangis saat melihat Rosulullah Saw.

“Mengapa engkau menangis, wahai Nabi Musa?”tanya Rosulullah Saw.

Aku sedih mengingat umatku. Jumlah mereka begitu banyak, tapi yang mempercayaiku hanya sedikit. Sementara itu, aku melihat pengikutmu begitu banyak.”

Setelah itu Rosulullah menuju langit ketujuh. Disana beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s.

—-Bersambung ke part 4—-

Salah Satu Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad Saw, Perjalanan Isra’ (Part 2)

Sebelumnya, Buraq membawa Rasulullah Saw ke Yatsrib atau Madinah, tempat Rasulullah Saw akan berhijrah. Lalu, Buraq membawa Rasulullah Saw ke puncak Gunung Sinai, tempat Nabi Musa As menerima wahyu dari Allah Swt.

Mereka juga pergi ke Betlehem, tempat kelahiran Nabi Isa As. Setelah itu malaikat Jibril membawa Rasulullah Saw ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha.

Sebelum naik ke langit, Rasulullah Saw dijamu dengan diberi dua gelas minuman, satu gelasa berisi khamar dan gelas lainnya berisi susu. Rasulullah Saw memilih susu.

“Pilihanmu menunjukan fitrah yang kamu dan kaummu pilih ,” kata Malaikat Jibril.

Perjalanan Rasullullah Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha diungkapkan dalam firman Allah Swt, “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambanya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (Q.S.Al’Isra’,17:1)

Isra’ merupakan perjalanan penuh mukjizat karena Rasulullah Saw menempuhnya hanya dalam waktu sekejap. Padahal, jarak antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha sangat jauh. Sungguh, tidak bisa dibayangkan. Apalagi, pada saat yang sama, Radulullah Saw melakukan Mi’raj. Mi’raj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.

Bagaimana peristiwa Mi’raj Rasulullah Saw?

Bersambung ke part 3 😊🙏

Sumber: Buku Ensiklopedia Kisah Insan Teladan

Penerbit Syaamil.

Salah Satu Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad Saw, Perjalanan Isra’ (Part 1)

Malam menyelimuti kota Mekah. Suasana begitu senyap. Angin dingin terasa menusuk tulang. Sebagian penduduk kota memilih untuk terlelap. Pada saat itulah, Rasulullah Saw kedatangan tamu agung.

Malam itu, Rasulullah Saw sedang berbaring di sisi Baitullah dalam keadaan antara tidur dan sadar. Beliau amat terkejut oleh kedatangan malaikat Jibril. Wajah malaikat Jibril putih, bersih, bercahaya.

“Engkau akan diperjalankan menuju langit oleh Allah dari Masjid Aqsha,” ujar Malaikat Jibril.

Malaikat Jibril segera membedah perut Rosulullah Saw, seperti seorang dokter ahli bedah. Malaikat Jibril mengeluarkan hati Rasulullah Saw. Lalu, hati itu dicuci dengan air Zamzam yang berda dalam tempat dari emas. Hati Rasulullah Saw kemudian dipenuhi dengan iman dan hikmah.

Setelah hati Rasulullah Saw bersih, Malaikat Jibril menuntun seekor binatang yang belum pernah dilihat Rasulullah Saw sebelumnya. Binatang itu warnanya putih bersinar. Ia lebih kecil dari pada baghal (binatang peranakan antara kuda dan keledai) dan lebih besar dari pada keledai.

Itulah binatang yang disebut Buraq. Binatang itu berasal dari surga. Ia dinamai Buraq karena mampu terbang secepat kilat (barq).

Malaikat Jibril segera mempersiapkan Rasulullah Saw untuk menaiki Buraq. Mereka siap melakukan perjalanan menuju masjidil Aqsha. Perjalanan itu disebut Isra’. Dalam sekejap mata, mereka terbang melintasi kota Mekah.

Bersambung ke Part 2. 😊🙏

1 2