Belajar Bekerjasama

Dengan mengikuti kegiatan drumband, anak akan terlibat dengan aktifitas fisik dan berinteraksi dengan kawan-kawannya. Anak akan lebih aktif menggunakan bagian tubuhnya serta aktif membangun komunikasi dengan rekannya.

Hal ini adalah salah satu manfaat bermain alat drumband untuk mengembangkan kecerdasan anak.Selain itu, ada banyak hal lain yang bisa Anda manfaatkan seperti yang akan dijabarkan berikut ini.

A. Melatih Ketrampilan Memainkan Alat Musik

Ini adalah kemampuan awal yang sudah pasti akan didapatkan oleh sang anak. Bagaimanapun juga, dia akan dididik untuk menguasai dan memainkan sebuah alat musik.Banyak alat musik yang bisa dimainkan dalam sebuah kelompok drumband, seperti drum, snare drum, marching bell, pianika dan cymball. Meskipun tergolong alat musik sederhana, namun setidaknya hal ini akan melatih jiwa seni dari seorang anak.

B. Melatih Kepercayaan Diri

Manfaat bermain alat drumband selanjutnya adalah bahwa hal ini akan membantu melatih kepercayaan dirinya. Anak yang semula minder, pemalu dan penakut akan berubah menjadi anak pemberani, bisa menunjukkan dirinya dan kemampuan pribadi lainnya. Hal ini dikarenakan menjadi bagian dari sebuah drumband dituntut untuk bisa mengaktualisasikan dirinya. Anak harus mampu tampil seorang diri membunyikan alat musiknya tanpa iringan rekan lainnya.

C. Melatih Kerjasama Tim

Di sini, anak juga akan dilatih untuk bekerja sama dalam sebuah tim. Kelompok drumband tidak hanya terdiri dari satu atau dua orang saja. Kelompok ini bahkan bisa terdiri dari puluhan orang.Anak akan terlatih kemampuan bekerjasamanya semakin lama dia berada dalam kelompok. Dia akan belajar bagaimana mengutarakan pendapat, bekerja sama untuk mendapatkan solusi terbaik dan lain sebagainya. Hal ini akan sangat mendukung perkembangan kemampuan sosial anak di masa mendatang.

D. Melatih Kesehatan dan Kebugaran

Bermain drumband dibutuhkan fisik yang kuat. Anak akan dilatih berjalan sambil menggendong alat musik yang bisa saja cukup berat. Secara tidak langsung, anak akan sekaligus melakukan olahraga. Dengan demikian, dia akan menjadi lebih sehat dibandingkan dengan anak yang tidak mengikuti kegiatan drumband.

E. Melatih Jiwa Kepemimpinan

Manfaat bermain alat drumband juga berpengaruh dalam kemampuan sosialnya yaitu dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan. Dalam bermain musik drumband, anak akan diajarkan bagaimana menguasai dirinya sendiri, mengendalikan dan mengatur orang lain. Apalagi jika anak bertindak sebagai mayoret yang pada dasarnya adalah pemimpin dari kelompok drumband tersebut.

F. Melatih Kemampuan Motorik

Memainkan alat musik drumband sama halnya dengan berolah raga, bermain drumband juga bisa meningkatkan kemampuan motorik anak. Anak akan diajak bergerak dalam berbagai gerakan yang akan menjadi umpan untuk peningkatan kemampuan motoriknya.Anak tidak akan hanya duduk diam sambil mengawasi layar handphone saja. Dia akan berjalan, berlari, melompat dan melakukan gerakan-gerakan lain dalam aktifitas drumband.

G. Meningkatkan Prestasi

Begitu banyak manfaat bermain alat musik drumband yang bisa didapatkan anak. Kegiatan bermain alat drumband bila ditekuni juga bisa menjadi sebuah prestasi dan kebanggaan.Banyak turnamen drumband dan marching band yang diadakan berbagai instansi untuk mewadahi aspirasi anak dalam berkarya. Oleh sebab itu, selalu dukunglah putra putri Anda jika mereka memilih kegiatan ini untuk ekstrakulikulernya.

H. Meningkatkan Kesenangan dan Kebahagiaan

Banyak anak yang terlihat lebih bahagia, senang, aktif dan ceria begitu mereka mengikuti kegiatan drumband ini. Berkumpul bersama kawan, memainkan alat musik dengan gembira, ditonton dan dipuja orang-orang adalah hal-hal yang akan dirasakan seorang anak. Apalagi jika penampilan mereka bisa sukses, memukau dan meraih kemenangan, maka anak akan semakin bangga dan mencintai kegiatan ini.

Yuk cek videonya di IG SDQU HANIFAH

Klik di sini ya…

sdqu.hanifah

Pentingnya Olahraga Untuk Anak Usia Sekolah Dasar

Kemajuan zaman dan teknologi membuat kebanyakan orang cenderung jadi kurang gerak, termasuk anak-anak dan remaja. Anak-anak yang sedari kecil sudah jarang dan tidak pernah berolahraga, kemungkinan akan terus begitu sampai dewasa.

Hal ini otomatis akan meningkatkan risiko gangguan jantung dan penyakit kronis lainnya. Aktivitas fisik atau olahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, melainkan juga berdampak positif terhadap fungsi otak serta mentalnya. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), seorang anak membutuhkan olahraga selama, setidaknya 60 menit setiap hari.

Anak usia 5 – 10 tahun.

Di usia ini, anak sudah lebih lincah dan dapat melakukan permainan yang lebih bervariasi. Untuk melatih fokus dan kemampuan berpikirnya, bentuk olahraga yang dapat dilakukan adalah permainan yang menggunakan sedikit instruksi. Misalnya, bermain sepak bola yang memerlukan aktivitas lebih kompleks dan keterampilan kognitif, serta perlu bekerja sama dalam tim.

Perbanyak kegiatan berupa aktivitas fisik berulang-ulang dan hindari gerakan yang terlalu kompleks. dan dapat melatih keterampilan berpikir. Kegiatan yang dilakukan antara lain berlari, berenang, melempar, dan menangkap bola.

Remaja usia 11 – 21 tahun

Usia ini sudah tergolong masa remaja. Bagi remaja, olahraga juga akan membentuk otot, meningkatkan kekuatan tulang, dan mengurangi lemak tubuh. Selain itu, olahraga dapat mengurangi depresi, cemas, serta meningkatkan percaya diri. Jenis olahraga yang bersifat kompetitif merupakan tantangan tersendiri bagi remaja, misalnya tenis. Contoh olahraga lain yang bisa dilakukan remaja ialah senam, lompat tali, sit up, push up, dan senam serta berenang.

Nah bagi orang tua hendaknya menambah kegiatan olahraga dirumah, agar kekuatan fisik ananda dapat seimbang.