“Aisyah-nya SD Qu”

ais“Aisyahnya SD Qu Hanifah”

Siapa yang tidak kenal Aisyah binti Abu Bakar? pribadi yang haus akan ilmu pengetahuan. Ketekunan dalam belajar menghantarkan beliau sebagai perempuan yang banyak menguasai berbagai bidang ilmu. Diantaranya adalah ilmu Al-qur’an, Hadist, fiqih, bahasa arab dan syair. Kecerdasan, ketegasan dalam menegakkan hukum Allah tidak diragukan lagi, Beliau termasuk ke dalam ummul-mu’minin (Ibu orang-orang Mukmin).
Read more

Nama saya “Tirta”

tirta

Assalamualaikum. Wr.Wb

Perkenalkan nama : Andina Tirta Ayu Prasetya

Nama Panggilan     : Tirta

Putri tunggal dari pasangan Heru Yudha Prasetyo dan Devinta Friyandina ini ketika awal masuk sekolah di SD Qu Hanifah orangnya sangat pendiam, pemalu dan lebih sering menyendiri daripada ikut bermain dengan teman-teman lainya. Alhamdulillah berkat strategi guru-guru di SD Qu dengan hanya satu bulan berjalan kak Tirta sudah mulai pandai bergaul dengan teman-teman lainya, walaupun waktu itu masih sangat sensitif “mudah menangis”ketika ada teman yang berbeda pendapat. Satu bulan berikutnya sudah mulai menunjukkan bakatnya dalam menghafalan Al-Qur’an dan tidak hanya itu, ternyata walaupun anaknya sangat kalem dan lembut, tetapi ketika berbicara didepan kelas suaranya sangat mantab, sampai-sampai para ustad dan ustadzahnya kaget. Alhamdulillah kini kak Tirta walau baru semester pertama sudah hafal 1 Juz. Mohon doanya ya teman-teman semoga selalu istiqomah sehingga jadi anak yang solikhah. Aamiin.

Daging dan Kain ditangan Ibu

Edisi Cerita :
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Diceritakan dari Aisyah Ra.,” Sesungguhnya seorang anak perempuan datang mengadu kepada Rasulullah Saw,tentang tangan kanannya yang kering,”Wahai Rasulullah,berdoalah kepada Allah kepada Allah agar dia menjadikan tanganku baik dan mengembalikannya seperti sedia kala.” Read more

Paradigma pendidikan?

Paradigma Pendidikan.

Seiring perkembangan zaman yang terus mengalami perubahan, nampaknya paradigma pendidikan juga mengalami perubahan. Pertanyaanya perubahan paradigma tersebut condong ke arah lebih baik atau justru sebaliknya? seharusnya dengan semakin majunya pendidikan “Katanya” seharusnya bisa menjadikan kehidupan ini lebih baik, lebih damai, bukan sebaliknya justru perdamaian itu menjadi perpecahan, bahkan krisis multidimensi yang tidak ada ujungnya. Dan bisa kita lihat justru yang melakukan kejahatan-kejahatan besar (seperti korupsi) adalah mereka-mereka yang justru mendapatkan pendidikan tinggi. Nampaknya paradigma pendidikan bangsa ini harus dibangun kembali “kebenaranyaa”, kenapa?
Read more

1 33 34 35 36 37 42