Menabuh Cinta kepada “Kanjeng Nabi”

Derasnya arus informasi sekarang ini bisa memasuki ruang siapa saja, termasuk anak-anak. Sehingga arus informasi dari sekolah dalam hal ini dari guru ke siswa tidak lagi menjadi hal yang menarik karena sudah terlambat dari arus informasi yang masuk dari luar. Oleh karena itu guru harus selalu up todate dalam memberikan pembelajaran, termasuk dalam mengarahkan bakat anak-anak, jangan sampai anak-anak tergiur mengarahkan bakatnya ke hal-hal yang negatif atau tidak mempunyai manfaat di akhirat kelak. Sebagaimana media-media yang menampilkan bakat anak-anak hanya sebatas pada kepentingan dunia, seperti tampil menyanyi yang liriknya orang dewasa, memperlihatkan aurat dan lain sebagainya.
Read more

Budaya Desiminasi

Alhamdulillah, seiring berjalanya waktu unit SD Qu Hanifah di bawah naungan Yayasan ILMI terus mengalami perkembangan baik fisik maupun non fisik. Jumlah guru semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah murid setiap tahunya. jumlah SDM yang semakin meningkat harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas SDM, oleh karena itu diperlukan budaya yang bisa meningkatkan kualitas SDM. Salah satunya budaya Desiminasi.

Jum’at, 9 Februari unit SD Qu Hanifah mengadakan desiminasi dengan tema “gurunya manusia” adapun nara sumbernya yaitu Ustadzah Laely Zulfa, S.Pd.I.

Keaktifan parenting berbanding lurus dengan prestasi murid

Bagi mama dan papa yang menyekolahkan ananda di SD Qu Hanifah tentu sudah tidak asing lagi dengan kegiatan parenting, karena progam parenting diwajibkan satu bulan sekali bagi mama dan papa atau wali murid sebagai bentuk belajar bersama dalam mendidik anak. Dalam kurun 3 tahun terakhir ini sekolah mencoba membuat penelitian sederhana yaitu hubungan keaktifan mengikuti parenting dengan prestasi belajar murid.

Hasil penelitian menemukan bahwa keaktifan parenting berbanding lurus dengan prestasi murid. Berikut salah satu grafik hasil penelitian sederhana tersebut:
Read more

Parenting ”Komunikasi positif, untuk manajemen perilaku”

Assalamualaikum.wr.wb

Tau kah mama dan papa menurut penelitian, anak-anak setiap hari mendapat komentar negatif 460 kali, sedangkan komentar positifnya hanya 75 kali. Padahal komentar atau kata-kata itu adalah do’ a. Kalau komentarnya banyak negatifnya berarti do’a-do’ anya juga negatif maka tak heran perilaku anak semakin negatif.

Yuk mama dan papa ikuti parenting dengan tema ”Komunikasi positif,untuk manajemen perilaku”, Kapan?

InsyaAllah pada hari : Ahad

Tanggal : 7 Januari 2018

Pukul    :08.00 – 10.00 wib

Tempat : SD Qu Hanifah

 

 

Evaluasi itu?

Pada suatu hari Thomas Edison pulang ke rumah membawa surat dari sekolah. Ia berkata kepada ibunya, ” ini surat dari Pak Guru, katanya ibu saja yang boleh membacanya.”

Berlinang air mata ibunya ketika membaca surat itu dengan suara keras,“Anakmu sangat cerdas, Sekolah ini terlalu kecil untuknya, dan tidak cukup memiliki guru yang baik untuk mendidiknya. Tolong, ajari sendiri anakmu.”

Beberapa tahun setelah ibunya meninggal, dan Thomas Edison telah menjadi Inventor tersohor abad itu, ia menemukan amplop diantara barang-barang peninggalan ibunya. di dalam amplop itu ada secarik kertas yang bertuliskan: Anakmu kurang waras pikiranya. kami tidak mengijinkanya belajar lagi di sekolah ini.

Dari kisah tersebut kita bisa ambil pelajaran bahwa anak-anak itu punya kelebihan dan kekurangan, kita sebagai orang tua harus selalu berupaya mencari potensi bakat pada anak, seperti  ibu dari Thomas Edison yang mampu melihat potensi pada diri anaknya sehingga selalu mensuport anaknya sampai menjadi orang yang sukses.

Bulan Desember biasanya orang tua akan mendapat laporan hasil belajar ananda selama satu semester ini. Evaluasi ini sangat penting bagi orang tua dan guru, tetapi yang perlu diperhatikan adalah evaluasi ini bukan merupakan suatu hasil akhir, melainkan suatu rangkaian proses untuk menemukan potensi bakat pada anak.

 

Segera terbit buku profil SD Qu Hanifah 2018

Tak Terasa tahun 2017 akan segera meninggalkan kita, dan tahun 2018 siap menyambut kita dalam progam-progam, karya-karya dan kreatifitas kita semua. Semoga segala progam, karya kreatifitas kita bernilai ibadah bisa menjadi pemberat amal kebaikan kita kelak di sisiNya. Aaamin.

InsyaAllah akan segera terbit buku profil SD Qu Hanifah tahun 2018, minat?

Liputan jalan-jalan ke Yogyakarta

Sabtu, 09 Desember 2017. Setelah tepat pukul 07.00 WIB, rombongan keluarga besar SD Qu Hanifah mulai meninggalkan kota Semarang menuju kota Yogyakarta. Diawali dengan membaca do’a perjalanan yang dipimpin masing-masing kordinator ustadz, Alhamdulillah Jalanan lenggang dengan pemandangan pepohonan yang hijau di samping kanan kiri jalan tol dalam sekejap dapat mengangkat kejenuhan rutinitas pekerjaan. Alhamdulillah, semua riuh gembira. Berbeda dengan perjalanan rekreasi biasa, rekreasi harus ada kreasi. Selama dalam perjalanan yang dipandu oleh Tour Leader dan Ustadz/zah sering menyuguhkan pertanyaan-pertanyaan untuk mengasah pengetahuan ananda, termasuk hafalan ananda. Riuh semakin ramai ketika game/test hafalan di tunjukan untuk pendamping alias ke dua orang tua, anak-anak mendorong orang tuanya untuk menjawab game / test yang diberikan ustadz.
Read more

Seru materinya dan insyaAllah full manfaat

Alhamdulillah, Senin 20 November ini kita masih diberi amanah oleh Allah sebagai khalifah dimuka bumi ini, semoga kita mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kali ini kami share ringkasan materi parenting minggu kemarin saat berkesempatan memberi materi parenting di TK Khalifah Semarang, dengan tema menentukan pendidikan anak usia dini kaitanya dengan pendidikan abad 21. Mama dan papa apa yang akan terjadi jika materi kelas 6 diajarkan kepada anak kelas 1? atau sebaliknya materi kelas 1 diajarkan pada kelas 6? tentu hal itu sangat tidak baik untuk si anak, artinya pendidikan untuk anak usia dini ini jangan sampai salah urutan. lebih jauh tentang urutan pendidikan ini kita bahas lain waktu nggeh, untuk kali ini kita fokus pada 3 hal. Pertama jika mama dan papa ingin memilih sekolah untuk si buah hati maka perhatikan atau tanyakan berapa frekuensi pelatihan guru. Kenapa?
Karena guru meruapakan subjek pertama yang berinteraksi langsung dengan si buah hati kita, maka guru harus punya komptensi baik, nah indikator baik ini sangat kompleks…sulit kita untuk mendeteksinya cara paling mudah adalah dengan berapa sering guru itu diberi pelatihan.
Semakin sering guru mengikuti pelatihan maka akan ada input yang masuk sehingga selalu up to date dalam mendidik anak.
saya pernah survey ketika mengikuti pelatihan yang sifatnya nasional, sungguh ngelus dada kenapa? hampir semua metodenya sama dan jawabanya sama. contoh dalam bidang matematika dasar. hampir semua guru mengajarkan kalau penjumlahan, pengurangan, perkalian, harus dari belakang. contoh 17 + 28, guru akan mengajarkan 7 + 8 = 15 kemudian guru akan mengatakan yang 1 disimpan kemudian 1 + 2 = 3 dst. dan hampir semua guru seperti itu. Padahal nulis angka itu dari depan.
boleh kah dari depan penjumlahan itu? sangat boleh!, bahakan bisa lebih mudah. mau tau? kapan2 kita bahas..
yang kedua dibidang seni, ketika diberi soal silahkan bapak ibu menggambar pemandangan. Gambarnya bisa di tebak 90% gambarnya DUA GUNUNG kembar…satu sungai…ehehhe, coba tengok negara Jepang hanya menggambar kartun Naruto, mungkin bagi kita itu gambar gak jelas, tetapi dari hasil film animasi tersebut mampu menghasilkan pajak bagi negaranya sangat tinggi.

ingin selalu dapat materi pendidikan setiap hari senin? yuk gabung gratis di grup forum SD Qu-Smg : https://chat.whatsapp.com/D3Y7U3T9z4OBNLQlF2DYH4

 

1 2 3 4 5 11