Mendidik menjadikan anak hormat dan santun saja tidak cukup

Kesan pertama saat kita melihat saat menilai seseorang adalah melalui penampilan dari luarnya; baik lewat tutur katanya yang santun, atau perilaku sopan dan hormat, yang sesuai dengan norma-norma yang ada dimasyarakat.

Namun, penampilan luar saja tidak cukup. Perilaku sopan santun kadang kala dapat menipu kita. Bahkan, banyak para penipu ulung yang perilakunya sangat hormat, tutur katanya memikat, tetapi apa yang ada didalam hatinya adalah rencana untuk mencelakakan orang lain.
Read more

Generasi Berkarakter “Si Kancil”

Ingat dongeng “Si Kancil“? Tentu. Hampir semua orang Indonesia pasti pernah mendengarnya. Walaupun banyak versi tentang dongeng ini, namun ada seperangkat karakter yang dominan pada sosok si kancil, yaitu si kancil adalah binatang yang cerdik, nakal, licik, suka mencuri, pintar berkelit, dan penipu ulung. Anehnya, pesan yang disampaikan dalam beberapa versi dongeng ini bernuansa netral, bahkan cenderung menjadikan tokoh si kancil sebagai hero, terlepas dari berbagai kelicikanya yang dibuatnya.
Read more

Mencari jawaban “What’s Wrong?”-Part 2

Kemarin sudah dijelaskan sebuah landasan filosofis sederhana bahwa apa yang kita tanam maka itulah yang kita panen, kita menanam biji jagung maka kita akan memanen jagung. kalau sekarang yang kita lihat dan kita rasakan para pemimpin melakukan korupsi, terjadinya kekerasan dan sebagainya berarti dahulu ada yang menanam biji korupsi, kekerasan dan sebagainya. Lantas siapa yang menanam atau yang salah menanam? tentu kita tidak perlu saling menyalahkan

dan tak seharusnya membahas hal tersebut, yang akan dibahas dalam artikel ini adalah mencari jawaban “What’s Wrong?” sehingga nantinya dapat menemukan bagaimana memperbaikinya.

kemarin sudah dibahas bahwa ketika anak dalam kondisi merasa negative emotions (merasa paling benar, gelisah, galau, stress, terancam, direndahkan, putus asa, merasa rendah diri dsb)  dari mana negative emotions ini muncul? ada 3 penyebab yaitu 1) salah asuh, 2) salah didik disekolah, 3) lingkungan, maka akan muncul Neurosis yang akan mengakibatkan nurati dan empati tidak berkembang sehingga ketika dewasa maka yang akan muncul adalah sifat perilaku negatif (sombong, iri, dengki, hasut, pemarah, agresif, pembohong dll).
Read more

Mencari jawaban, “What’s wrong?”

Mencari jawaban, kenapa sering sekali terjadi aksi tawuran oleh pelajar, minuman keras, narkoba, seks bebas, bahkan dikalangan orang yang lulus dari pendidikan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme? padahal anggaran pendidikan sudah tinggi 20% dari APBD negara, pelajaran agama wajib pada semua jenjang pendidikan, termasuk pendidikan pancasila dari SD sampai perguruan tinggi juga diwajibkan, kurikulum berganti-ganti, kenapa? apa yang salah terhadap sistem pendidikan di Indonesia?

Ini jawabanya : Read more

Seragam kita warnanya sama

Alhamdulillah,web sdqu waktu itu dibulan April 2015 kepala SD Qu Hanifah berkesempatan mengikuti pelatihan guru yang diadakan IHF Foundation di Depok selama satu minggu. Sungguh pengalaman yang luar biasa karena disitu kita bisa belajar banyak terkait dunia pendidikan, tidak hanya itu forum silaturohmi pun menjadi hal yang tidak terlupakan karena bisa bertemu dengan guru-guru dari berbagai daerah di Indonesia yang menambah semangat kami dalam mengikuti pelatihan tersebut, ada yang dari Jakarta, Tanggerang, Majalengka, Makasar, Pontianak, Banjarmasin, Bumiayu, dan sebagainya serta SD Qu Hanifah satu-satunya perwakilan dari Semarang. Indonesia InsyaAllah akan segera bangkit jika forum-forum pelatihan seperti ini terus dikembangkan karena guru adalah profesi yang tidak boleh berhenti belajar. Kesempatan bisa bertemu dengan guru-guru se Indonesia juga tidak lupa digunakan untuk foto-foto bersama, dan ternyata seragam guru SD Qu Hanifah semarang mirip dengan SD N Tanggerang…

3 Komponen untuk anak sukses dimasa depan

Satu pelajaran yang sangat penting yang bisa kita ambil dari pengalaman Indonesia yaitu pembangunan manusia atau SDM masih relatif dikesampingkan atau paling tidak dinomorduakan, meskipun anggaran pendidikan sudah tinggi yaitu 20% dari APBD negara. Hal ini bisa kita lihat dari fungsi strategis pembangunan karakter bangsa belum terlihat, dimana anak-anak yang bersekolah justru melakukan berbagai tindakan yang mencerminkan anak tidak berpendidikan seperti tawuran, minuman keras, narkoba dan tindak kejahatan lainya.

 

Oleh sebab itu diperlukan pembelajaran di sekolah yang tidak hanya sekedar anak mengingat pelajaran tetapi lebih dari itu bisa membentuk akhlak seperti kejujuran, kedisiplinan, dan integritas yang memegang peranan amat penting bagi jalanya sistem sosial yang baik. Pembentukan kecerdasan dan kemampuan anak penerus bangsa sangat ditentukan oleh sistem pembelajaran semasa usia dini dan di pendidikan dasar, masa dimana kecerdasan anak secara optimal bisa dibentuk. Peran pendidik, keluarga, dan lingkungan memegang kunci yang menentukan kesuksesan bagi anak dimasa depan.anak hebat

Kerjasama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan mutlak dibutuhkan demi kesuksesan anak dimasa depan, insyaAllah akan mampu mengangkat kemajuan untuk bangsa dan masyarakat Indonesia.

Yayasan Islam Lu’Lu’ul Maknun Indonesia (ILMI)

SD Qu Hanifah

Daftar nama siswa yang di terima di SD Qu

Barakallah mamah dan papa, sesuai keputusan bersama berikut daftar nama siswa yang dinyatakan di terima di SD Qu Hanifah :

No NIS NAMA SISWA
1 150115001 Kireina Laylla Putri Azzhara
2 150115002 Syarliza Zunnurriffah Mahdiya
3 150115003 Kanaya Awalia Nur Setiawan
4 150115004 Haikal Hammam Arfa Izzahadi
5 150115005 Virly Kalyani Putri
6 150115006 Kevina Andari Udi Prassetyo
7 150115007 Khaira Hanani
8 150115008 Tsurayya Rozanna
9 150115009 Syifa Anisa Robaniyah
10 150115010 Syafa Anisa Isminiyah
11 150115011 Muhammad Farras Athaya
12 150115012 Khansaa Artanti Fauziyyah
13 150115013 Muhammad Zain Al Quthb Andiansyah
14 150115014 Imtiyas Aina Al Kamila
15 150115015 Ghifary Adis Hibrizi
16 150115016 Bintang Habibi Atha’aullah Rafifi
17 150115017 Andina Tirta Ayu Prasetya
18 150115018 Khayran Adzranisa Kautsar
19 150115019 Jessenia Tanisha Khadijah
20 150115020 Pradipta Khrisna Saputra

Kisah Islam Mantan Bintang Pop Terkenal ‘Yusuf Islam’

Kisah seorang artis yang bernama Cat Stevens yang (alhamdulillah) menjadi seorang muslim, kemudian ia dipanggil dengan nama Yusuf Islam. Inilah kisahnya seperti yang ia ceritakan, kami menukilnya secara ringkas.

“Aku terlahir dari sebuah rumah tangga Nasrani yang berpandangan materialis. Aku tumbuh besar seperti mereka. Setelah dewasa, muncul kekagumanku melihat para artis yang aku saksikan lewat berbagai media massa sampai aku mengganggap mereka sebagai dewa tertinggi. Lantas akupun bertekad mengikuti pengalaman mereka. Dan benar, ternyata aku menjadi salah seorang bintang pop terkenal yang terpampang di berbagai media massa. Pada saat itu aku merasa bahwa diriku lebih besar dari alam ini dan seolah-olah usiaku lebih panjang daripada kehidupan dunia dan seolah-olah akulah orang pertama yang dapat merasakan kehidupan seperti itu. Read more

BUKAN METODE TETAPI AKHLAK ATAU ADAB YANG TERPENTING DALAM ILMU PENDIDIKAN

Dunia pendidikan terus mengalami dinamisisasi, pertanyaanya apakah semakin maju atau mundur? Banyak yang mengatakan era modern ini dunia pendidikan semakin maju dengan berbagai macam model dan metode pembelajaran yang ada saat ini. Berbagai penelitian baik itu skripsi, thesis, bahkan desertasi mendewa-dewakan model maupun metode pembelajaran yang dapat menjadikan pendidikan lebih baik. Pertanyaanya apakah dengan metode tersebut bisa menjadikan pendidikan lebih baik? kalau iya, kenapa hasil dari didikan dengan berbagai metode tersebut sekarang banyak perilaku-perilaku yang menggambarkan orang tidak berpendidikan, seperti banyak pelajar minum-minuman keras, tawuran, narkoba, dan sebagainya bahkan yang lebih memprihatinkan adalah kejahatan berdasi yaitu pejabat-pejabat yang korupsi. Read more

1 38 39 40 41