Alhamdulillah parenting perdana bikin hati lega

4 Juli 2015. Alhamdulillah,  SD Qu Hanifah telah mengawali agenda sekolah yaitu Parenting Perdana dengan tema “Memikirkan pendidikan adalah menyiapkan masa depan, lewat pendidikan dapat melahirkan harapan baru”. Acara dimulai pukul 08.00 wib oleh Ustadzah Muna dengan bersama-sama membaca Basmallah sebagai awal mulainya acara. Selanjutnya Ustad Habib Jamhar Syah dengan suara merdunya membacakan ayat suci Al-Qur’an.
Read more

INFO PARENTING PERDANA

Assalamualaikum. Wr. Wb

Segala puji bagi Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi Muhammad SAW, sahabat, dan pengikutnya yang setia dengan ajaran beliau sampai hari akhir. Teriring doa, semoga Mama dan Papa senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan diberi kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari – hari.

Alhamdulillah atas izin Allah SWT, SD Qur’an Hanifah akan mengadakan parenting perdana yang insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari       : Sabtu

Tanggal  : 4 Juli 2015

Waktu    : 08.00 s/d selesai

Tempat   : Kampus I SD Qu Hanifah

Jl. Karanglo, No.64 Gemah, Pedurungan

NB:

Diharapkan Mama dan Papa bisa hadir 30 menit sebelum acara dimulai, untuk registrasi dan pembagian seragam.

Demikian pemberitahuan agenda SD Qu Hanifah.

Terimakasih

Revolusi “Cita-cita”

Masih ingat cita-cita semasa kecil? Yup, rata-rata anak ketika ditanya apa cita-citanya jawaban paling umum adalah dokter, polisi, guru, tentara, pilot, presiden. Jawaban tersebut tidak lah salah tetapi kenapa yang muncul hanya itu-itu saja? Dan anehnya profesi tersebut sekarang menjadi incaran banyak orang bahkan tak jarang ditemukan saling menyuap untuk bisa menjadi posisi yang diinginkan. Apakah itu ada pengaruhnya dari cita-cita anak sewaktu kecil dulu? memang belum ada penelitian secara ilmiah tetapi nampaknya kenyataan sekarang menunjukan hal demikian. Inilah dasar SD Qu Hanifah menjadikan pendidikan dasar Qur’ani & Entreprenuership, untuk memastikan anak menjadi muslim dengan jiwa entreprenuer yang kuat.

cita2 pengusaha

Rintihan Ibu Pertiwi

Meski ibu menderita kesakitan ketika melahirkan anak, janin mendobrak keluar dari penjaranya. Sebelum sang ibu merasakan kesakitan ketika melahirkan, anak tidak menemukan jalan untuk dilahirkan…

Rasa sakit itu penting, sebab ia akan membuka jalan bagi si anak” Jalaludin Rumi, Mastnawi III

Menyemai benih-benih karakter

Kita mungkin tidak pernah tahu, atau tidak pernah memikirkannya, bagaimana hasilnya nanti ketika kita sebagai orang tua & guru menebarkan kebajikan melalui pendidikan karakter yang kita berikan kepada anak-anak/murid-murid kita. Namun, dari sekian banyaknya benih-benih yang kita semai, walaupun hanya satu yang tumbuh, namun yang satu ini menjadi sebuah pohon kebajikan, maka manfaat yang diperoleh mungkin bisa luar biasa. Seperti digambarkan dalam sebuah ayat dalam Al Quran: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (perbuatan kebajikan) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir 100 biji.” (QS 2: 261). Bayangkan apabila setiap guru yang penuh cinta dan keikhlasan dapat berhasil menyemai 20 sampai 30 benih setiap tahunnya, Indonesia akan menjadi hutan kebajikan karena dipenuhi oleh pohon-pohon kokoh dan bermanfaat. Insya Allah.

Oleh: Ratna Megawangi

 

SD Qu Hanifah

ILMI FOUNDATION

Metode Komunikasi Efektif & Disiplin Positif

Metode Komunikasi Efektif & Disiplin Positif

Anak-anak jangan pada lari! teriak ibu wali kelas, tetapi apa yang terjadi anak-anak justru pada berlarian. Jangan dimakan, apa yang terjadi? malah dimakan. Bahkan sampai level pemerintahan, pernah lihat iklan ditelevisi yang menyuarakan anti korupsi? yang isinya “Katakan TIDAK untuk Korupsi! tetapi sekali lagi apa yang terjadi? beberapa dari aktor iklan tersebut malah terjerat kasus korupsi. Kenapa? kalau kita kembali pada prinsip kerja otak, ternyata memori yang tersimpan adalah kata-kata yang terkahir. Pernah bertanya kepada anak kecil, tahu atau tempe? anak pasti menjawab tempe, dan sekarang pertanyaanya dibalik tempe atau tahu? anak akan menjawab tahu. lantas bagaimana agar komunikasi kita efektif dan bisa mendisiplinkan positif sejak dini? berikut tips-tips dari Wahyu Farrah Dina
Read more

Lebih Baik Menyalakan Cahaya

Lebih Baik Menyalakan Cahaya

Oleh : Hudi Hermawan, S.Pd.

Semasa menjadi mahasiswa saya lebih suka aktif kegiatan diluar kampus salah satunya adalah progam andalan yaitu “Go To School” yaitu sebuah progam berkunjung langsung ke sekolah-sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai Perguruang Tinggi. Entah kenapa meskipun saya jurusan teknik tetapi lebih suka terjun kedunia pendidikan anak. Sejak semester 2 saya sudah aktif berkunjung ke berbagai sekolah yang ada di sekitar Semarang, sampai ketika lulus kurang lebih sudah ada 50an sekolah yang saya kunjungi termasuk yang paling jauh dan plosok dan belum ada listrik sepenuhnya yaitu desa Lengkong-Jember dan Pulo Panjang Banten. Sungguh pengalaman luar biasa ketika bisa melihat dan belajar langsung bagaimana kondisi pendidikan yang ada.
Read more

Poster Motivasi SD Qu

Ibn Jazzar Al-Qairawani mengungkapkan “Sifat-sifat buruk yang timbul dari diri anak bukan berasal dari fitrah. Tetapi timbul karena kurangnya peringatan sejak dini dari orang tua dan para pendidiknya. Semakin dewasa , semakin sulit meninggalkan sifat-sifat tersebut. Banyak orang dewasa menyadari sifat buruknya, tetapi tidak mampu mengubahnya, karena sifat tersebut sudah mengakar didalam dirinya, dan menjadi kebiasaan yang sulit di hilangkan”.

poster sdqu

SD Qu Hanifah

Paradok “GRATISAN”

Memberi adalah suatu perbuatan yang sangat mulia, baik itu yang sifatnya materi seperti uang, baju, makanan dan seterusnya sedangkan memberi yang sifatnya i-materi adalah seperti memberikan bantuan tenaga, pemikiran dan seterusnya. Tulisan kali ini merupakan curhatan berupa “paradok gratisan” yang pernah saya alami dan ternyata hal ini juga berlaku bagi bangsa kita tercinta. Maksudnya bagaimana? bingung? bagus berarti anda membaca dengan fikiran dan perasaan, langsung saja begini ceritanya:
Read more

1 38 39 40 41 42