Poster Motivasi SD Qu

Ibn Jazzar Al-Qairawani mengungkapkan “Sifat-sifat buruk yang timbul dari diri anak bukan berasal dari fitrah. Tetapi timbul karena kurangnya peringatan sejak dini dari orang tua dan para pendidiknya. Semakin dewasa , semakin sulit meninggalkan sifat-sifat tersebut. Banyak orang dewasa menyadari sifat buruknya, tetapi tidak mampu mengubahnya, karena sifat tersebut sudah mengakar didalam dirinya, dan menjadi kebiasaan yang sulit di hilangkan”.

poster sdqu

SD Qu Hanifah

Mendidik menjadikan anak hormat dan santun saja tidak cukup

Kesan pertama saat kita melihat saat menilai seseorang adalah melalui penampilan dari luarnya; baik lewat tutur katanya yang santun, atau perilaku sopan dan hormat, yang sesuai dengan norma-norma yang ada dimasyarakat.

Namun, penampilan luar saja tidak cukup. Perilaku sopan santun kadang kala dapat menipu kita. Bahkan, banyak para penipu ulung yang perilakunya sangat hormat, tutur katanya memikat, tetapi apa yang ada didalam hatinya adalah rencana untuk mencelakakan orang lain.
Read more

Generasi Berkarakter “Si Kancil”

Ingat dongeng “Si Kancil“? Tentu. Hampir semua orang Indonesia pasti pernah mendengarnya. Walaupun banyak versi tentang dongeng ini, namun ada seperangkat karakter yang dominan pada sosok si kancil, yaitu si kancil adalah binatang yang cerdik, nakal, licik, suka mencuri, pintar berkelit, dan penipu ulung. Anehnya, pesan yang disampaikan dalam beberapa versi dongeng ini bernuansa netral, bahkan cenderung menjadikan tokoh si kancil sebagai hero, terlepas dari berbagai kelicikanya yang dibuatnya.
Read more

Mencari jawaban “What’s Wrong?”-Part 2

Kemarin sudah dijelaskan sebuah landasan filosofis sederhana bahwa apa yang kita tanam maka itulah yang kita panen, kita menanam biji jagung maka kita akan memanen jagung. kalau sekarang yang kita lihat dan kita rasakan para pemimpin melakukan korupsi, terjadinya kekerasan dan sebagainya berarti dahulu ada yang menanam biji korupsi, kekerasan dan sebagainya. Lantas siapa yang menanam atau yang salah menanam? tentu kita tidak perlu saling menyalahkan

dan tak seharusnya membahas hal tersebut, yang akan dibahas dalam artikel ini adalah mencari jawaban “What’s Wrong?” sehingga nantinya dapat menemukan bagaimana memperbaikinya.

kemarin sudah dibahas bahwa ketika anak dalam kondisi merasa negative emotions (merasa paling benar, gelisah, galau, stress, terancam, direndahkan, putus asa, merasa rendah diri dsb)  dari mana negative emotions ini muncul? ada 3 penyebab yaitu 1) salah asuh, 2) salah didik disekolah, 3) lingkungan, maka akan muncul Neurosis yang akan mengakibatkan nurati dan empati tidak berkembang sehingga ketika dewasa maka yang akan muncul adalah sifat perilaku negatif (sombong, iri, dengki, hasut, pemarah, agresif, pembohong dll).
Read more

Mencari jawaban, “What’s wrong?”

Mencari jawaban, kenapa sering sekali terjadi aksi tawuran oleh pelajar, minuman keras, narkoba, seks bebas, bahkan dikalangan orang yang lulus dari pendidikan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme? padahal anggaran pendidikan sudah tinggi 20% dari APBD negara, pelajaran agama wajib pada semua jenjang pendidikan, termasuk pendidikan pancasila dari SD sampai perguruan tinggi juga diwajibkan, kurikulum berganti-ganti, kenapa? apa yang salah terhadap sistem pendidikan di Indonesia?

Ini jawabanya : Read more

3 Komponen untuk anak sukses dimasa depan

Satu pelajaran yang sangat penting yang bisa kita ambil dari pengalaman Indonesia yaitu pembangunan manusia atau SDM masih relatif dikesampingkan atau paling tidak dinomorduakan, meskipun anggaran pendidikan sudah tinggi yaitu 20% dari APBD negara. Hal ini bisa kita lihat dari fungsi strategis pembangunan karakter bangsa belum terlihat, dimana anak-anak yang bersekolah justru melakukan berbagai tindakan yang mencerminkan anak tidak berpendidikan seperti tawuran, minuman keras, narkoba dan tindak kejahatan lainya.

 

Oleh sebab itu diperlukan pembelajaran di sekolah yang tidak hanya sekedar anak mengingat pelajaran tetapi lebih dari itu bisa membentuk akhlak seperti kejujuran, kedisiplinan, dan integritas yang memegang peranan amat penting bagi jalanya sistem sosial yang baik. Pembentukan kecerdasan dan kemampuan anak penerus bangsa sangat ditentukan oleh sistem pembelajaran semasa usia dini dan di pendidikan dasar, masa dimana kecerdasan anak secara optimal bisa dibentuk. Peran pendidik, keluarga, dan lingkungan memegang kunci yang menentukan kesuksesan bagi anak dimasa depan.anak hebat

Kerjasama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan mutlak dibutuhkan demi kesuksesan anak dimasa depan, insyaAllah akan mampu mengangkat kemajuan untuk bangsa dan masyarakat Indonesia.

Yayasan Islam Lu’Lu’ul Maknun Indonesia (ILMI)

SD Qu Hanifah

Bunda Para Nabi

Bunda Para Nabi

 

ibunda-nabiTentu bukanlah kebetulan kalau empat orang Nabi: Ismail as, Musa as, Isa as, dan Muhammad saw dibesarkan oleh wanita janda.
Bunda para nabi itu tentu saja mesti berperan ganda, sebagai ibu sekaligus sebagai ayah. Bagaimana beliau-beliau menjalankan peran itu hingga berhasil mengantarkan para putranya menjadi nabi, berikut ini cuplikannya: Read more

1 2 3